Gara-gara Bikin Hoax 22 Mei, Anggota BPN Ini Jadi Tersangka Polisi, Begini Kasusnya

Pasca kerusuhan 22 Mei pihak kepolisian sedang gencar – gencarnya memburu para penyebar hoax. Bareskrim Polri telah memastikan salah terduga penebar hoax pemilik akun twitter @AkunTofa. Mustafa Nahrawardaya yang memiliki akun tersebut ditangkap polisi pada Minggu (26/5). Diketahui Mustofa ditangkap karena mengunggah postingan di akun twitternya.

Bareskrim Polri memastikan telah menangkap pemilik akun Twitter @AkunTofa, Mustofa Nahrawardaya atau Mustofa Nahra pada Minggu (26/5) dini hari tadi.

Kasubdit III Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, Koordinator Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi itu ditangkap di kediaman pribadinya.

“Iya benar (dilakukan penangkapan), sudah menjadi tersangka,” kata Chairul ketika dikonfirmasi, Minggu.

Hingga kini, Mustofa terus menjalani pemeriksaan. Chairul menuturkan, sebelum diperiksa, Mustofa dipersilakan untuk santap sahur, salat, dan tidur. “Setelahnya baru diperiksa,” imbuh dia,

Sementara itu, berdasar pada dokumen penangkapan yang beredar, Mustofa ditangkap setelah ada laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tertanggal 25 Mei 2019.

Mustofa Nahra disebut melanggar pasal 45 A ayat 2 Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang 19 Tahun 2016 dan pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Diketahui, Mustofa Nahra dilaporkan seseorang atas tuduhan menyebarkan berita hoaks. Pelaporan itu adalah buntut dari cuitan dalam akun Twitter @AkunTofa soal kematian bocah bernama Harun (15) karena dipukuli polisi di Kampung Bali, Jakarta Pusat. Namun polisi membantah itu.

Sementara itu sosok dalam video yang diposting Mustofa bernama Andriyansyah alias Andri Bibir, berusia 30 tahun. Andri Bibir sendiri tidak tewas dalam kejadian itu karena segera dilarikan polisi ke rumah sakit.

“Cuitannya (diduga) buat onar,” kata Kasubdit 3 Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat dikonfirmasi wartawan, Minggu 26 Mei 2019.

Andri Bibir sendiri yang telah mengaku pada pihak polisi kalau dirinya ditangkap memang karena mengumpulkan batu dan membantu massa perusuh saat 22 Mei. Ia mengaku apa yang dilakukan secara spontan dan tak dibayar sepeser pun dari mana-mana.

Aksi yang ia lakukan lantaran dirinya kesal terkena tembakan gas air mata yang dilemparkan petugas. Batu tersebut, kata Andri, hanya dilemparkan ke para perusuh, dan diambil para perusuh untuk melemparkan ke gedung Bawaslu dan aparat Kepolisian.

Mustofa Nahrawardaya, dijemput aparat kepolisian. Diduga Mustofa dijemput terkait postingan hoax kerusuhan 22 Mei kemarin.

“Dijemput di rumah di Bintaro, kelihatannya soal postingan yang jelas terkait 22 Mei,” ujar istri Mustofa, Cathy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *