Tercyduk! Polisi Myanmar Tangkap Biksu yang Dituding Radikal, Ini Sosoknya

(bbc.com)

Kepolisian Myanmar mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk biksu radikal yang kontroversial, Ashin Wirathu. Nama Wirathu selama ini dikenal kerap memberikan ceramah kebencian yang memicu ketegangan antar umat beragama di negara tersebut. Wirathu telah sejak lama menjadi wajah gerakan ultra-nasionalis Buddha di Myanmar. Sosoknya dikenal sebagai penghasut kebencian terhadap Islam dan khususnya warga minoritas Rohingya.

Pengadilan Myanmar menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Ashin Wirathu, yang merupakan seorang biksu radikal atas tuduhan penghasutan. Dia merupakan salah satu pemuka agama Buddha yang menolak keberadaan etnis Rohingya, dan pernyataannya menyulut aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas itu.

Hasil gambar untuk Ashin Wirathu Ashin Wirathu
(washingtonpost.com)

Juru bicara kepolisian Myanmar, Myo Thu Soe, mengatakan surat perintah penangkapan itu diterbitkan Pengadilan Distrik Barat Kota Yangon pada Selasa (28/5). Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci alasannya.

Soe tak menjelaskan lebih rinci alasan penahanan Wirathu. Namun, dalam demonstrasi baru-baru ini, Wirathu berorasi menuduh pemerintah Myanmar korup.

Wirathu juga menuduh pemerintah berusaha mengubah konstitusi dengan cara memangkas kewenangan militer. Sementara itu, sekutu Wirathu, Thu Saitta, menganggap “tuduhan hasutan bertujuan memojokkannya.”

“Kami tidak akan mengatakan apa yang akan kami lakukan jika dia (Wirathu) ditangkap. Tapi tentunya kami tidak akan diam,” kata Saitta seperti dikutip Reuters, Rabu (29/5).

Hasil gambar untuk Ashin Wirathu Ashin Wirathu
(tribunnews.com)

Wirathu merupakan biksu nasionalis terkemuka dan cukup memiliki pengaruh politik yang kuat di Myanmar, terutama sejak transisi pemerintahan dari junta militer dimulai pada 2011 lalu.

Dia terkenal dengan seruan kontroversialnya yang berbau ujaran kebencian, terutama terhadap kaum Muslim di negara dan etnis minoritas Rohingya.

Otoritas tertinggi keagamaan Myanmar juga melarang Wirathu berceramah selama satu tahun karena pidato kebencian.

Dilansir dari detik.com, tidak disebut lebih lanjut terkait kasus apa surat perintah penangkapan untuk Wirathu itu dirilis. Myo Thu Soe tidak bisa memberikan informasi detail soal alasan di balik perintah penangkapan tersebut.

Namun pasal yang mendasari perintah penangkapan Wirathu itu mengatur larangan bagi siapa saja ‘yang berusaha membawa kebencian atau penghinaan atau upaya untuk membangkitkan ketidakpuasan terhadap pemerintah’. Pelanggaran terhadap pasal 124(a) memiliki ancaman hukuman maksimum tiga tahun penjara.

Hasil gambar untuk Ashin Wirathu Ashin Wirathu
(pri.org)

Biara yang dipimpin Wirathu terletak di Mandalay, namun keberadaannya tidak diketahui pasti. Kemungkinan apakah Wirathu telah ditahan juga tidak diketahui secara jelas.

Tahun 2013, Wirathu muncul dalam sampul majalah ternama TIME dan dijuluki sebagai ‘Wajah Teror Buddha’. Dalam ceramahnya, Wirathu berkoar-koar bahwa Islam akan mengambil alih Myanmar dari warga Buddha. Dia juga menyerukan pemboikotan bisnis-bisnis yang dimiliki warga muslim dan pembatasan pernikahan antara penganut Buddha dan penganut Islam.

Hasil gambar untuk Ashin Wirathu Ashin Wirathu
(imdb.com)

Komisi Nasional Sangha Maha Nayaka — badan majelis tertinggi untuk para biksu Buddha di Myanmar — tahun 2017 lalu memutuskan untuk melarang seluruh ceramah Wirathu selama satu tahun. Larangan itu diberlakukan karena Wirathu berulang kali menyampaikan ceramah kebencian terhadap agama tertentu, hingga memicu perselisihan komunitas dan menghalangi upaya penegakan hukum.

Sejak larangan ceramah itu berakhir pada Maret 2018 lalu, Wirathu diketahui telah kembali berceramah di berbagai acara pro-militer Myanmar. Pada Januari 2018, Facebook menghapus akun-akun Wirathu setelah serentetan postingan bernada menghasut yang menargetkan Rohingya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *