Jelang Sidang MK, Prabowo Klaim Telah Menang 52 Persen dari Jokowi

Jelang sidang perdana MK pada 14 Juni nanti. Capres nomor 02 Prabowo Subianto mengklain pihaknya menang 52 persen. Hal itu sesuai dengan dokumen C1 yang yang dimiliki oleh tim Prabowo. Seperti yang diketahui Prabowo bersama dengan BPN menolah keras hasil hitung suara KPU beberapa waktu lalu.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menang Pilpres dan memperoleh 68.650.239 suara sebagaimana perhitungan KPU. Tapi Prabowo menilai suara Jokowi-Ma’ruf digelembungkan KPU sehingga ia kalah.

Berdasarkan keputusan KPU, Jokowi-Ma’ruf Amin mendapatkan 85.607.362 suara. Versi Prabowo, angka itu digelembungkan dari jumlah seharusnya, yaitu 63.573.169 suara.

“Salah satu indikasinya, penggelembungan suara Pilpres sangatlah nyata bila dikaji adanya keanehan pada variasi persentase suara tidak sah yang sangat jauh rentang perbedaannya, yaitu di antara angka 4,8 persen tertinggi 36,1 persen,” demikian bunyi dalil gugatan yang ditandatangani oleh Bambang Widjojanto (BW) dkk sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (12/6/2019).

Sementara itu Menurut Prabowo, perolehan itu didasari dokumen C1 yang dimiliki pemohon, baik yang berasal dari BPN sendiri, relawan yang dikordinasikannya, maupun dokumen yang berasal dari Bawaslu.

“Berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki oleh Pemohon, perolehan suara Pemohon adalah 68.650.239 atau 52 persen,” demikian bunyi dalil gugatan yang ditandatangani oleh Bambang Widjojanto (BW), Rabu (12/6).

Disisi lain Istana Kepresidenan mengapresiasi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengimbau pendukungnya tidak datang ke Gedung Mahkamah Konstitusi ( MK) saat sidang sengketa pilpres 2019.

“Saya pikir itu imbauan yang bagus. Jadi Pak Prabowo sudah mengatakan kita mengambil jalan konstitusi, sudah jelas mengatakan begitu, kenapa masih ada peristiwa di jalanan. Nah, itu berarti kan ambigu. Jangan,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Moeldoko di kantornya, Rabu (12/6/2019) siang.

(Kompas.com)

“Itu sudah keputusan Pak Prabowo yang sangat bijaksana itu. Tidak ada lagi yang turun ke jalan,” tambahnya.

Menurut Moeldoko, imbauan itu bisa mencegah terjadinya kerusuhan yang menyebabkan korban seperti yang terjadi di sekitar Gedung Bawaslu saat pengumuman hasil pilpres 2019 21-22 Mei lalu.

Mantan Panglima TNI ini pun berharap seluruh pendukung 02, termasuk para elite politik di sekitarnya, bisa menuruti imbauan itu dan tak lagi salah paham.

“Jadi jangan lagi yang di kanan kirinya mengembangkan pemikiran yang ambigu, jangan satu sisi ke MK, satu sisi masih saja di jalanan. Nah itu enggak bener,” kata dia.

Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini pun menegaskan pihaknya sudah siap untuk menghadapi materi gugatan yang diajukan pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke MK.

“Ya kita udah siap secara substansi, kita sudah menyiapkan. Menurut saya kita monitor dari materi gugatan, itu bisa diatasi oleh tim hukum kita yang relatif sangat kredibel. Jadi enggak masalah,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *