Menikah Polwan Makassar Diberi Mahar Segini! Netizen: Jiwa Miskinku Meronta

terkini.id

Pernikahan merupakan kabar gembira bagi hampir tiap orang dan biasanya kerap menjadi perbincangan. Terutama penikahan suku Bugis di Makasar, Sulawesi Selatan yang selalu menjadi sorotan. Dalam suku Bugis, ada tradisi pernikahan berupa uang paniak alias uang meminang atau mahar.

Tradisi dan budaya pernikahan suku Bugis memang dikenal royal dalam meminang perempuan. Semakin tinggi nilai perempuan, semakin besar pula uang panaiknya.

Nah, baru-baru ini, lamaran di Makasar membuat heboh netizen. Pasalnya, perempuan yang dilamar mendapat uang panaik melimpah. Mulai dari uang tunai, tanah, perhiasan, hingga hewan ternak.

Hasil gambar untuk pernikahan bugis makassar panaik
hipwee.com

Di akun Instagram @makassar_iinfo disebutkan bahwa lamaran mahal itu terjadi di Kabupaten Bantaeng, Makasar, Sulawesi Selatan. Perempuan yang dilamar mendapat uang panaik sebesar Rp 300 juta. Tak sampai di situ, masih ada tambahan barang berharga lainnya, yaitu tanah seluas 1 hektar, emas 1 stell, beras satu ton, dan satu ekor kuda.

Polwan Dilamar Pakai Uang Paniak Ratusan Juta, Jiwa Miskin Netizen Meronta
suara.com

Dalam postingan di akun tersebut terdapat video saat lamaran. Di mana penghulu menyebutkan total jumlah mahar yang diterima perempuan perempuan. Sementara identitas perempuan diketahui berprofesi sedagai polisi wanita berpangkat Bripda. Ia bernama Ariska Sharir.

Image result for ariska sharir
grid.id

Ariska Sharir juga tampak berfoto dengan tumpukan uang ratusan juta.

“Pernikahan mahal kembali terjadi, kali ini di Kab Bantaeng, Sulawesi Selatan. Seorang wanita bernama Iin Ariska Sharir di lamar oleh seorang pria berupa uang panaik 300 juta, 1 hektar tanah, 1 stell emas, 1 ton beras, dan kuda 1 ekor. Lamaran itu di langsungkan Bonto lebang, Kec Bisappu, Kab Bantaeng Sulawesi Selatan,” tulis keterangan di foto.

Image result for ariska sharir
liputanmakassar.com

Mengetahui uang panaik yang sangat melimpah, jiwa miskin netizen langsung meronta.

“Darah miskinku mendidih,” tulis seorang netizen.

“Jiwa miskin ku meronta-meronta,” timpal akun lain.

“Apalah dayaku yang panaiknya murah belum juga dilamar-lamar,” keluh netizen lain.

Sebagai informasi, istilah uang Panaik atau Panai terdapat dalam adat pernikahan asli suku Bugis. Ya, panaik itu mendefinisikan sebuah aturan untuk memberikan harta benda dari pihak cowok ke pihak keluarga cewek untuk melangsungkan pernikahan. Ukuran besaran harta benda ini tergantung kedudukan dan pendidikan si cewek.

Image result for ariska sharir
portalmakassar.com

Jadi, semakin tinggi pendidikan atau keturunan (ningrat) si cewek, semakin tinggi pula uang Panaik yang diberikan.

Aturan ini sudah ada di tradisi suku Bugis sejak lama. Namun dalam praktiknya, banyak sumber yang menyebutkan bahwa tradisi ini menuai kontroversi karena dianggap sebuah proses ‘membeli’ si cewek untuk diperistri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *