Habil Marati Diduga Danai Makar, Sekjen PPP Ungkap Fakta Kadernya Tak 100 Persen Dukung Jokowi

(Twitter)

Kader PPP, Habil Marati ditetapkan oleh polisi sebagai sosok yang diduga mendanai makar. Sekjen PPP pun mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kadernya yang tak 100 persen dukung Jokowi.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani angkat bicara soal kader partainya, Habil Marati yang diduga mendanai makar, padahal PPP merupakan partai pengusung Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi).

Gambar terkait
(Twitter)

Dilansir dari TribunWow.com, hal tersebut seperti tampak dalam video yang diunggah di saluran YouTube metrotvnews, Rabu (12/6).

“Sebenarnya kan PPP ini tercatat sebagai pendukung Pak Jokowi. Tetapi kenapa sampai ada kadernya bisa diduga mendanai makar?” tanya sang pembawa acara.

Habil Marati Diduga Danai Makar, Sekjen PPP Arsul Sani Ungkap Tak 100 Persen Kadernya Dukung Jokowi
(wow.tribunnews.com)

Menanggapi itu, Arsul Sani mengaku dirinya masih mencoba mencari tahu. Arsul Sani menyebutkan, dalam hal ini perlu untuk tetap menerapkan azas praduga tak bersalah.

Arsul Sani lantas menyinggung soal internal partainya yang ternyata tak 100 persen kader menyatakan dukungan pada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi).

Arsul Sani tak menampik, bahwa ada juga sebagian kader yang mendukung calon presiden oposisi, Prabowo Subianto. Pasalnya, terang Arsul Sani, hal tersebut dikarenakan pada Pilpres 2014, PPP memang diketahui sebagai partai pengusung pasangan Prabowo-Hatta, yang kala itu berkompetisi melawan Jokowi-Jusuf Kalla.

Hasil gambar untuk arsul sani
(kabar24)

“Memang kalau kita menengok ke internal PPP, masyarakat juga sudah sama-sama tahu bahwa pasca pemilu 2014, pasca pilpres 2014 di mana PPP saat itu mendukung Pak Prabowo-Pak Hatta, kemudian ketika diputuskan mengusung Pak Jokowi lagi yang berpasangan dengan Kiai Ma’ruf,” kata Arsul Sani.

“Itu kan memang banyak atau sebagian dari teman-teman di PPP itu tetap mendukung Pak Prabowo,” ungkap dia.

Gambar terkait
(fajar.co.id)

Meski demikian, jelas Arsul Sani, mayoritas partai memang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, sesuai dengan keputusan resmi partai.

“Meskipun mayoritas ya karena memang garis partai, keputusan resmi partai itu mengusung pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf ya tentu dalam pilpres kemarin mendukung Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” tandas dia.

PPP serahkan kasus Habil Marati ke polisi

habil-marati-121126-logo.jpg
(liputan6)

Sekjen PPP Arsul Sani pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Habil tersebut ke aparat penegak hukum.

“Siapa saja termasuk kader PPP yang diduga melakukan suatu perbuatan pidana ya silahkan diselidik dan disidik dilakukan proses hukum ya,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6), seperti yang dilansir dari liputan6.com.

Gambar terkait
(medcom)

Meski begitu, Arsul mengatakan partainya juga memiliki peraturan sendiri jika kadernya di tahan selama lima tahun lebih hukuman paling berat adalah pemecatan. Namun dia belum bisa memastikan apakah Habil akan dipecat atau tidak.

“PPP itu ada aturannya kalau seseorang itu katakanlah ditersangkakan atau dijatuhi hukuman dengan pidana ancaman penjara 5 tahun atau lebih itu bisa diberhentikan dari partai PPP,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *