Jalani Pemeriksaan di KPK, Romahurmuziy Menutupi Borgolnya dengan Buku, Kenapa Ya?

nasional.kompas.com

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Romahurmuziy alias Rommy menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Pemeriksaan dilakukan usai pembantarannya dicabut dari RS Polri Kramat Jati. Tapi kok ia menutupi borgolnya dengan buku, kenapa ya?

Sebelum menjalani pemeriksaan, Rommy terlihat sehat dan ceria. Bahkan dia melempar senyum kepada awak media. Ia menutupi tangan terborgol dengan buku saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).

Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy menutupi tangan terborgol dengan buku saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
suara.com
Pasca sakit Romahurmuziy kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019. [Suara.com/Muhaimin A Untung.

“Mari kita di momen ini untuk saling memaafkan, dan tentu atas jatuhnya korban kemarin, tentu marilah kita sebagai bangsa sama-sama melakukan permaafan karena memaafkan itu lebih mulia,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).

Gambar terkait
Nasional.tempo.co

Sebelumnya, KPK mencabut pembantaran mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) M. Romahurmuziy alias Rommy. Rommy kembali mendekam di Rutan KPK pada, Minggu 9 Juni 2019, kemarin.

“Pembantaran RMY (Rommy) dicabut dan kembali ke Rutan sore kemarin,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin 10 Juni 2019.

Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy menutupi tangan terborgol dengan buku saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
suara.com

Pembantaran Rommy dicabut lantaran pihak RS Polri menyatakan kondisi kesehatan Rommy sudah lebih membaik dari sebelumnya. KPK pun melanjutkan penahanan terhadapnya selama 16 hari ke depan.

“Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung,” kata Febri. Rommy sendiri dibantarkan pada 31 Mei 2019 di RS Polri Kramat Jati lantaran mengeluh sakit.

Hasil gambar untuk Romahurmuziy sakit
suara.com

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Rommy agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK menemukan bahwa Rommy tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyak daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Gambar terkait
poskotanews.com

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Rommy dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut.

KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menemukan uang Rp180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Rommy.

Eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy menutupi tangan terborgol dengan buku saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6). Pasca sakit Romahurmuziy kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019. [Suara.com/Muhaimin A Untung].

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *