Juarai Australia Open 2019, Begini Ranking Jojo dan Anthony Di BWF

Sukses menjuarai Australia Open 2019 membuat perubahan besar dalam peringkat Jojo dan Anthony di Badminton World Federation (BWF). Mereka pun diminta untuk tetap konsisten mempertahankan peringkat mereka tersebut.

Keberhasilan Jonatan Christie meraih gelar di Australia Open 2019 turut mendongrak ranking BWF pria yang akrab disapa Jojo itu. Kini, Jojo menjadi tunggal putra Indonesia dengan peringkat tertinggi.

Ia menggeser Anthony Sinisuka Ginting yang dikalahkannya pada final Australia Open 2019, Minggu (9/6/2019) lalu, dalam pertarungan rubber game dengan skor 21-17, 13-21, dan 21-14.

(Suara)

Dalam daftar ranking terbaru yang dirilis BWF (Federasi Bulutangkis Dunia—red), Selasa (11/6/2019) malam, Jojo menempati peringkat ketujuh. Atau naik satu tingkat dibanding pekan sebelumnya.

(Suara)

Ini menjadi ranking terbaik sepanjang karier pebulutangkis kelahiran Jakarta, 15 September 1997 tersebut.

Sementara Anthony harus rela bertukar tempat dengan Jojo, sahabat yang juga rivalnya itu. Anthony turun satu peringkat ke posisi kedelapan.

Berikut urutan 10 Besar ranking BWF sektor tunggal putra:
1. Kento Momota (Jepang) 111.118 poin
2. Shi Yu Qi (China) 90.661 poin
3. Viktor Axelsen (Denmark) 79.438 poin
4. Chou Tien Chen (Chinese Taipei) 79.118 poin
5. Chen Long (China) 75.840 poin
6. Son Wan-ho (Korsel) 67.910 poin
7. Jonatan Christie (Indonesia) 66.188 poin
8. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 66.012 poin
9. Kidambi Srikanth (India) 63.140 poin
10. Kenta Nishimoto (Jepang) 58.533 poin

Diminta Konsisten

 Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengevaluasi penampilan dua tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, di ajang Australia Open 2019.

Peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona itu menyambut positif prestasi dua tunggal putra Indonesia itu yang menciptakan All Indonesian Final.

Seperti diketahui, kedua pebulutangkis berhasil mengamankan gelar bagi Indonesia dengan saling bertemu pada laga puncak.

Pertandingan dimenangkan oleh Jonatan setelah berduel selama tiga game dengan skor akhir 21-17, 13-21, dan 21-14.

(Suara)

Susy memandang hal ini sebagai sinyal positif terkait grafik penampilan dua tunggal putra andalan Indonesia tersebut.

“Dengan segala kritik yang ada, Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian. Ini bisa jadi titik balik buat mereka,” kata Susy dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (12/6/2019).

“Mereka sebenarnya mampu. Tinggal keyakinan dan keberanian, strategi, itu yang lebih dimatengin lagi, sehingga prestasinya bisa lebih konsisten,” Susy menambahkan.

(Suara)

Ke depannya, Susy berharap Jonatan dan Anthony bisa meningkatkan capaian ke level yang lebih tinggi. Seperti di level Super 500, Super 750, dan Super 1000.

Untuk sekadar diketahui, ajang Australia Open 2019 merupakan salah satu turnamen BWF World Tour level Super 300.

(Tribun News)

“Kami pun menganggap ini bukan sesuatu yang wah banget kok. Kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi,” tutur Susy.

“Kami berharap peak-nya mereka di Olimpiade. Proses kan akan berjalan, jam terbang, kematangan, keyakinan, memang ini yang harus dipoles terus, bagaimana mereka terus konsisten,” pungkasnya.

Gelar Australia Open sendiri jadi yang kedua bagi Jonatan di tahun 2019. Sebelumnya pria yang akrab disapa Jojo itu sukses menggondol gelar di New Zealand Open 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *