Tarif Diskon Tarif Grab dan Gojek Akan Dihapus, Kemenhub Beri Alasan Ini!

Kementrian Perhubungan (Kemenhub) beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa tarif diskon transportasi online akan dihapuskan. Hal ini pun sontak saja membuat masyarakat kecewa. Namun, disamping itu semua Kemenhub memeiliki alasan untuk menghapus tarif diskon transportasi online

Publik sepertinya harus siap-siap untuk kehilangan diskon super murah ojek online. Hal ini berkaitan rencana pemerintah untuk mengatur promo Grab dan GoJek.

Hasil gambar untuk kemenhub gojek
CNBC Indonesia

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan, Kemenhub tengah mematangkan regulasi melalui Peraturan Menteri (Permen) mengenai aturan pemberian diskon atau promo bagi transportasi online.

Ia menyebutkan, diskon besar-besaran yang diberlakukan pada transportasi online justru mematikan dua aplikator Gojek dan Grab.

Massa driver GrabBike yang unjuk rasa di kantor Grab Indonesia di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan dikawal ratusan aparat kepolisian. Kamis (5/1/2017).
Tribunnews

“Karena kalau diskon ini cenderung jor-joran (gila-gilaan) bukan untuk marketing, itu akan mematikan di antara dua ini, yang saling ingin ada persaingan yang tidak sehat,” ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Budi menekankan, yang diatur hanya soal promo atau diskon saja.

“Paling ini diskon yang sifatnya marketing, atau kemudian akan membangun trust (kepercayaan) kepada masyarakat bahwa pelayanan lebih bagus, itu enggak apa-apa,” ujar Budi.

Hasil gambar untuk grab
Fajar

Selain itu, lanjut dia, setelah konsumen puas dengan pelayanan transportasi online, penyedia jasa bisa memperkuat kepercayaan dengan meningkatkan kualitas pelayanan.

“Misalnya dengan ada 10 kali naik bisa dapat 1 kali gratis gitu. Tapi kalau (diskon) sampai Rp 0 atau Rp 1, ini tidak boleh,” ujar Budi.

Terkait hal ini, Kemenhub telah melakukan pembahasan dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) terkait aturan penghilangan diskon dan promo transportasi online ini.

Hasil gambar untuk grab
Nikkei Asian Review

“Untuk realisasinya, saya butuh waktu dan proses, karena nanti prosesnya pasti melibatkan dari semua pihak. Pihak itu siapa, dari asosiasi pengemudi pasti akan saya ajak rembugan, aplikator juga, KPPU, OJK, BI, saya ajak rembugansemua,” ujar Budi.

Ia berharap, aturan soal diskon transportasi online ini akan segera selesai.

Sementara itu, dikutip dari Tribunnews.com, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, aturan tersebut nantinya hanya berlaku untuk ojek atau taksi online.

Hasil gambar untuk grab
Liputan6.com

Adapun sistem pemberian diskon ini dinilai menyebabkan potensi marketingmenjadi tidak sehat.

Disisi lain, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa pemilik merek dagang Gojek masih menanti kepastian revisi regulasi tarif ojek online serta promosi atau diskon dalam aplikasi transportasi tersebut.

Vice President Corporate Affairs Gojek, Michael Reza Say mengungkapkan pihaknya masih menanti kepastian keputusan resmi dari pemerintah terkait kedua hal tersebut.

“Saat ini Gojek masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait pengaturan tarif dan diskon,” ungkapnya saat Bisnis hubungi, Selasa (11/6/2019).

Dia berharap agar segala aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dapat dilihat secara menyeluruh dari proses pengambilannya hingga dampaknya. “[Dengan demikian] dampaknya tetap positif bagi mitra driver, pengguna layanan dan industri,” tutur Michael.

Grab Indonesia memberikan pernyataan akan tetap mematuhi segala aturan pemerintah terutama terhadap rencana Kementerian Perhubungan melarang diskon tarif transportasi online .

Tri Sukma Anreianno, Head of Public Affairs Grab Indonesia menuturkan pihaknya selalu berkomitmen mematuhi peraturan yang pemerintah tetapkan.

“Terkait dengan aturan tersebut kami percaya setiap kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah atas hasil diskusi dan pertimbangan secara matang yang akan memberikan keuntungan bagi semua pihak,” katanya kepada Bisnis, Rabu (12/6/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *