Siap-siap! Aturan Diskon Pajak ‘Super’ Akan Diresmikan Jokowi

Mengenai aturan pemberian insentif pengurangan pajak, Airlangga Hartanto yang merupakan Menteri Perindustrian mengatakan bahwa hal tersebut akan terbit pada bulan ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan aturan tentang pemberian insentif pengurangan pajak atau super deduction tax bakal terbit pada semester pertama tahun ini, dengan kata lain Juni. Saat ini prosesnya sudah mencapai tahap akhir.

Airlangga Pastikan Beleid Diskon Pajak Rampung Juni 2019
CNN Indonesia

Airlangga mengatakan, peraturan pemerintah (PP) tentang deduction tax sudah disinkronisasi oleh seluruh menteri yang terlibat, sekarang tinggal menunggu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nantinya insentif fiskal ini akan diberikan kepada industri yang terlibat atau berinvestasi dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang/R&D) untuk menghasilkan inovasi.

Hasil gambar untuk airlangga hartarto
SatuMandau

“Fasilitas vokasi deduction tax 200% tinggal ditandatangani Pak Presiden, diharapkan bisa langsung diimplementasikan, di situ ada super deduction tax yang besarannya sampai 300%,” kata Airlangga di kantornya, Kamis (13/6/2019).

Dia memperkirakan bahwa aturan tersebut bisa rampung di semester pertama ini yang tinggal tersisa bulan ini, yaitu Juni.

“Tinggal tanda tangan Pak Presiden. (Semester ini) bisa, bisa,” jelasnya.

Hasil gambar untuk airlangga hartarto
Tribunnews.com

Insentif ini, lanjut Airlangga bakal memacu perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan inovasi.

“Tentunya super deduction untuk inovasi akan mendorong perusahaan-perusahaan industri untuk melakukan inovasi,” tambahnya.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa pada bulan April lalu Airlangga juga memastikan bahwa aturan terkait insentif pengurangan pajak 200 persen (super tax deduction) bagi perusahaan yang berinvestasi dalam kegiatan vokasi akan selesai pada semester I 2019. Regulasi akan berbentuk Peraturan Pemerintah.

“Saat ini dalam proses administrasi, tapi super deductable tax ini untuk vokasi maupun inovasi insya Allah akan segera diluncurkan. Bisa (semester I) insya Allah,” kata Airlangga, Rabu (24/4).

Hasil gambar untuk jokowi
Kompas

Ia melanjutkan aturan super tax deduction segera berlaku setelah PP diterbitkan. Menurut dia, banyak pengusaha telah menyatakan minat untuk menggunakan fasilitas tersebut.

Lewat aturan itu, perusahaan yang menanamkan investasi pada sektor vokasi akan mendapatkan potongan pajak hingga 200 persen. Pemerintah berharap insentif pajak itu bisa mendorong pengembangan program vokasi yang dicanangkan pemerintah.

“Misalnya, investasi ikut program link and match berinvestasi SMK tertentu, membantu peralatan SMK senilai Rp1 miliar. Maka, pemerintah akan memberikan potongan pajak Rp2 miliar dalam periode tertentu misalnya lima tahun memotong pajak,” jelasnya.

Hasil gambar untuk jokowi
Tirto.ID

Sejalan dengan finalisasi aturan super tax deduction, ia menuturkan pemerintah juga segera merampungkan insentif pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi kendaraan dengan emisi karbon rendah hingga 0 persen.

Aturan ini memberikan kelonggaran pada investor yang menanamkan modal di sektor otomotif kendaraan rendah emisi karbon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *