Lakukan Penyebaran Hoaks, Eks Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob Terbukti Terlibat Permufakatan Dugaan Makar

Perkembangan terkini kasus yang menimpa Eks Kapolda Metro Jaya, Komisiaris Jenderal (Purn) M. Sofyan Jacob membuat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyebutkan bahwa Sofyan terlibat pemufakatan makar. Sehingga dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono menyebut, penetapan status tersangka tersebut lantaran Sofyan terbukti terlibat dalam permufakatan dan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

Sofyan Jacob (twitter.com)

“Untuk pak Sofyan Jacob tentunya yang bersangkutan ikut permufakatan dan dia juga menyampaikan kabar dan pemberitaan belum dicek kebenarannya,” ujar Argo di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Permufakatan dan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya contohnya dengan mengatakan bahwa pemerintah telah berlaku curang dan menyebut bahwa Pasangan Calon (Paslon) yang didukungnya telah menangkan dalam Pemilu 2019.

Selain Kasus Makar, Mantan Kapolda Metro Jaya  Sofyan Jacob Juga Diduga Sebarkan Hoaks
tribunnews.com

“Misalnya ada Pemerintah yang kegiatan curang di sana. Kemudian untuk kemenangan disampaikan juga. Tentunya yang berhak untuk menyampaikan juga Pemilu adalah KPU, secara undang-undang yang sah untuk menyampaikan pemenangan,” jelasnya.

Selain itu, penetapan terhadap Sofyan juga dilakukan merujuk pada pemeriksaan puluhan saksi termasuk dengan saksi ahli. Tak hanya itu, bukti rekaman video juga dijadikan alasan untuk penetapan status tersangka tersebut.

Pihaknya pun telah memeriksa 20 saksi. Argo Yuwono menyebut, penetapan status tersangka tersebut lantaran Sofyan terbukti terlibat dalam permufakatan dan menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya.

“Saksi dua puluh orang lebih kita sudah minta (keterangan) dan kita saksi ahli pun sudah kita periksa juga di sana untuk kasus ini. Kasus makar ini sudah beberapa kita lakukan pemeriksaan,” ujar Argo di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Selain itu, penetapan terhadap Sofyan juga dilakukan merujuk pada pemeriksaan puluhan saksi termasuk dengan saksi ahli. Tak hanya itu, bukti rekaman video juga dijadikan alasan untuk penetapan status tersangka tersebut.

“Ya tentunya penyidik mempunyai apa namanya dua alat bukti yang cukup ada saksi ada tersangka yang lain juga ada ya, yang bisa digunakan untuk penyidik. Bukti-bukti juga ada dan juga ada bentuk seperti rekaman,” tutupnya.

(liputan6.com)

Selain makar, Argo Yuwono juga mengungkapkan bahwa Sofyan Jacob menyebarkan berita bohong alias hoaks. Argo Yuwono mengatakan, akibat perbuatan tersebut, Sofyan Jacob dijerat pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *