Acuhkan Imbauan Prabowo Soal Aksi Unjuk Rasa di MK, PA 212 Lebih Dengar Instruksi Ulama

Jelang sidang sengketa hasil Pilpres 2019 pada Jumat besok. Prabowo mewanti-wanti para pendukungnya untuk tidak perlu mengadakan aksi di MK. Namun imbawan tersebut sepertinya tidak didengarkan oleh PA 212. Mereka lebih mendengarkan dan menunggu instruksi Ijtima Ulama dan juga Habib Rizieq.

Persaudaraan Alumni 212 lebih mendengar instruksi Rizieq Shihab ketimbang imbauan Prabowo soal keputusan menggelar unjuk rasa pada sidang gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami menunggu instruksi Ijtima Ulama, salah satunya Habib Rizieq,” kata Sekretaris Umum PA 212, Bernard Abdul Jabbar dihubungi Kamis, 13 Juni 2019.

Related image
indopos.com

Bernard mengatakan bila Ijtima Ulama memerintahkan, maka pihaknya bakal melakukan aksi demo. “Kalau enggak ada perintah, kami enggak turun,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya menghormati imbauan Prabowo yang meminta pendukungnya tak menggelar aksi unjuk rasa di MK. Namun, PA 212 hanya mengikuti instruksi Ijtima Ulama.

“Boleh saja Pak Prabowo mengimbau, tapi kami tetap tunggu instruksi ulama,” kata Bernard.

Related image
kumparan.com

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno mengajukan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 ke MK. Sidang perdana gugatan itu akan digelar pada Jumat, 14 Juni hingga diputus pada 28 Juni 2019.

Prabowo mewanti-wanti para pendukungnya untuk tidak menggelar aksi di MK. Dia meminta para pendukung percaya pada langkah hukum dan konstitusional itu.

“Saya dan Sandiaga memohon agar pendukung kami untuk tidak berbondong-bondong hadir di MK pada hari-hari mendatang,” kata Prabowo dalam video berdurasi 7 menit 58 detik yang dibagikan tim medianya pada Selasa malam, 11 Juni 2019.

Related image
merdeka.com

Prabowo mengatakan sejak semula ia dan Sandiaga berpandangan dan bertekad menggunakan jalur konstitusional. Kalaupun sampai ada aksi penyampaian pendapat di muka umum, kata dia, hal itu harus tetap damai dan tanpa kekerasan.

“Kami sama sekali tidak ingin ada kerusuhan apa pun di negara ini. Bukan seperti itu penyelesaiannya,” kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

Sebelumnya memang PA 212 memutuskan mendukung Paslon 02 karena mereka menganggap Prabowo-Sandi patuh pada ulama.

Related image
poskotanews.com

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan keputusan ini diambil terkait ijtimak ulama yang sudah digelar.

“Alumni 212 taat dan patuh pada ulama sehingga akan berjuang untuk memenangkan capres dan cawapres hasil ijtimak ulama, yaitu Prabowo-Sandi, untuk perubahan yang lebih baik bagi Indonesia menuju Indonesia adil dan makmur,” kata Slamet lewat pesan singkat, Jumat (5/4/2019).

Image result for pa 212
viva.co.id

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4).

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan roh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *