Sidang Gus Nur Kembali Digelar, Banser dan FPI Berakhir Ricuh, Wah Kenapa Túh?

(islami.net)

Pengadilan Negeri Surabaya kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Sugi Nur Raharja alias Gus Nur pada Kamis (13/6). Kali ini tujuan sidang untuk pemeriksaan saksi. Adapun saksi yang diperiksa adalah dua kiai dari PWNU Jatim, yakni Kiyai Nuruddin dan Kiyai Ma’ruf Syah.

Dalam sidang kali ini, terdapat dua kubu massa yang turut mengawal jalannya persidangan. Yakni massa Front Pembela Islam (FPI) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Adapun FPI datang ke persidangan bermaksud untuk mengawal terdakwa Gus Nur, sementara Banser mengawal saksi-saksi yang hadir.

(Republika.com)

“Kami hanya mengawal dua Kiai yang menjadi saksi dalam kasus ini. Dua Kiai dari PWNU Jatim, maka kami bertugas mengawal dan mendampingi beliau-beliau hingga selesai,” kata Komandan Banser Sidoarjo, Reza Ali Faizin ditemui di PN Surabaya, seperti dilansir dari Republika Online, Kamis (13/6).

Lebih lanjut, Reza menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan, untuk mendampingi Kiai-kiai tersebut.

“Dimana para Kiai ini adalah simbol daripada Nahdlatul Ulama. Sehingga jelas dalam komitmen kami menjaga kedamaian di PN Surabaya,” ujar Reza.

Diketahui, terdapat 300 lebih anggota Banser dan Ansor yang memadati PN Surabaya. Reza menjelaskan, massa tersebut berasal dari Sidoarjo sebanyak 140 anggota, dan dari Surabaya sekitar 130 anggota, serta ada tambahan dari Mojokerto.

(Tribunnews.com)

Disisi lain, Wali Laskar FPI Surabaya, Agus Fahruddin mengatakan, pihaknya berada di PN Surabaya dalam rangka mendukung Sugi Nur Raharja. Ia berharap sidang kali ini berjalan lancar tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Kami di sini ada sekitar 20 orang. Kami ya memberikan dukungan moril kepada Gus Nur biar sidang ini berjalan semestinya tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujar Agus, seperti dikutip dari Republika Online, Kamis (13/06/2019).

(Tribunnews.com)

Agus juga menjamin tidak akan terjadi kericuhan saat persidangan berlangsung. Ia memastikan pihak kepolisian dan para massa dari Banser bisa menjaga kondusivitas kota Surabaya.

Meski demikian, seperti yang beritakan Republika, saat sidang berlangsung, sempat terjadi sedikit kericuhan antara massa dari Banser dan FPI. Kedua kelompok massa saling meneriaki satu sama lain. Beruntung, aparat yang berjaga sogap melerai kericuhan tersebut, sehingga tidak berlangsung lama.

(Tribunnews.com)

Diketahui sebelumnya, Gus Nur didakwa melakukan pencemaran nama baik terhadap Generasi Muda NU. Gus Nur dilaporkan Generasi Muda NU ke Polda Jatim pada September 2018 atas video vlog yang dalam isinya, Gus Nur mengucapkan kata-kata bernada penghinaan terhadap Generasi Muda NU.

Akibat perbuatannya tersebut, Gus Nur dijerat Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 45 Ayat 3, Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *