Terungkap! Bukan Berunjuk Rasa, Ternyata Perusuh 22 Mei di KS Tubun Sengaja Menjarah

Kerusuhan di Jalan Ks. Tubun, Slipi, saat aksi 22 mei lalu bukan hanya sekedar unjuk rasa. Diwarnai kekerasan beberapa dari massa melempari petugas dengan menggunakan batu. Lemparan petasan juga sempat terlihat di lokasi. Selain itu pula terungkap ternyata massa yang datang memang bertujuan untuk menjarah di lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengungkap temuan terbaru dalam kasus perusakan dan penyalahgunaan senjata api saat kerusuhan 22 Mei di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat.

Ia mengatakan, para perusuh sengaja melakukan kerusuhan dan penjarahan, bukan berunjuk rasa. “Sebagaimana kita ketahui di wilayah-wilayah lain juga terjadi penjarahan terhadap masyarakat, ini lebih berani karena mereka melakukannya kepada Brimob yang sedang bertugas,” kata Hengky di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (14/6/2019).

(tribunnews.com)

Polisi hingga saat ini sudah menangkap empat orang perusuh berinisial SI, DO, WN, dan DY. Polisi mengatakan, pihaknya masih akan mengejar pelaku lain.

Sebelumnya, SI diduga mencuri sebuah selempang warna cokelat berisi satu pucuk senjata api jenis Glock 17, beserta 13 peluru, dan uang tunai Rp 50 juta.

(tribunnews.com)

Saat ditangkap pada 11 Juni 2019, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis Glock 17, beserta 13 peluru dari SI. Akibatnya, para tersangka dikenai Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sebelumnya polisi tengah mengusut siapa dalang di balik rusuh 22 Mei, yang masih menjadi misteri. Namun, kini mencuat nama Keluarga Cendana.

(Detik.com)

Nama Keluarga Cendana itu disebutkan Ketua Presidium Indonesian Police Watch atau IPW, Neta S Pane. Awalnya, Neta S Pane mengritik kinerja kepolisian yang dinilainya lamban dalam mengungkap dalang rusuh 22 Mei.

(senayanpost.com)

Polisi, menurut Neta S Pane, hanya mengungkap orang yang bekerja di lapangan saja di rusuh 22 Mei tersebut.

“Polisi baru mengungkap orang lapangan, dalang kerusuhannya belum, dalang baru diungkap dalang yang membiayai. Sementara satu lagi yang membiayai, inisialnya TS itu belum disentuh polisi,” ujar Neta S Pane dalam tayangan Prime Talk Metro TV,

(fajar.co.id)

Pertama adalah kerusuhannya, kedua adalah rencana penembakan empat tokoh.

“Untuk penembakan tokoh sudah disapu bersih polisi, orang yang membiayai, HM, sudah dijadikan tersangka. Untuk kerusuhan dalangnya belum disentuh, baru petugas lapangan yang disentuh,” katanya.

IPW, sambung Neta S Pane, pernah menyebutkan ada enam dalang di balik rusuh 22 Mei. Namun, keenam dalang itu belum disentuh sekali.

“Seperti diungkapkan sebuah majalah (Majalah Tempo), ada indikasi apa yang diungkapkan majalah itu mengarah ke empat orang yang kita sebutkan. (Sekarang ini) polisi terlalu banyak pertimbangan,” ujarnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *