Menyayat Hati, Kisah Bocah Penjual Kripik Pisang yang Ditraktir PSSI Nonton Timnas di GBK

Viral seorang bocah bernama Bayu penjual keripik di Bandung ditraktir PSSI nonton Timnas Indonesia vs Vanuatu di GBK, Sabtu (15/6). Hal itu setelah Cakra Jaya membagikan kisah Bayu di sosial media. Diketahui ternyata Bayu punya cerita yang mengharukan. Begini ceritanya.

Bayu (11), bocah SD yang viral di media sosial karena menjual keripik di Bandung, menjadi bocah beruntung. Bayu diketahui menjual keripik di Bandung untuk membantu sang nenek. Bayu diketahui merupakan anak yatim piatu.

Sang ayah sudah tiada saat Bayu masih di bangku TK. Sementara itu, ibunya pun meninggal saat ia duduk di kelas 1 SD.

Beruntung, Bayu dibiayai PSSI untuk menonton laga Timnas Indonesia Vs Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (15/6/2019).

Momen Bayu saat jalan-jalan di SUGBK dibagikan di Cakra Jaka melalui media sosial. Pihak PSSI memang menghubungi Cakra melalui DM Instagram untuk mengajak Bayu datang ke Jakarta.

Cakra bahkan membocorkan isi DM Instagram tersebut melalui Insta Story. Bayu bahkan diberikan akses khusus dan dibiayai PSSI untuk kepentingan akomodasi selama di Jakarta.

Jelang pertandingan Timnas Indonesia Vs Vanuatu, Bayu pun tampak asyik. Ada momen saat bocah penjual keripik itu naik MRT bersama sang nenek. Kemudian, banyak pula momen dirinya saaat berkeliling di SUGBK.

Ia bahkan mengenakan jersey khas Timnas Indonesia. Ada pula potret Bayu yang mencuri perhatian, yakni berfoto dengan Ponaryo Astaman.

Selain itu, ada pula video saat ia berdiri menyambut pemain Timnas Indonesia. Para pemain pun melakukan tos dengan bocah kelas 4 SD itu. Mulai dari Evan Dimas, Andik Vermansah, dan pemain lainnya.

Mereka tampak ramah menyapa Bayu yang mendapatkan akses khusus untuk berjumpa dengan mereka. Video ini dibagikan Cakra Jaka melalui Twitter. Selain itu, ada juga video yang dibagikan Cakra sang bocah saat mengobrol dengan Ponaryo Astaman.

Cakra merupakan orang yang memviralkan kisah Bayu di media sosial.

Kepada Cakra, bocah SD penjual keripik itu mengaku bercita-cita ingin menjadi pemain sepakbola. Ketika sudah sukses, Bayu sangat ingin membahagiakan sang nenek. Seperti diberitakan sebelumnya, ayah Bayu sudah tiada saat Bayu masih di bangku TK.

Sementara itu, ibunya pun meninggal saat ia duduk di kelas 1 SD. Setelah ditinggal orangtua, Bayu tinggal bersama neneknya.

Rupanya, Cakra bertemu dengan Bayu saat sang bocah menjajakan jualannya. Keduanya bertemu pada malam hari di sekitar Jalan Buahbatu, Kota Bandung.

Dari foto yang dibagikan Cakra, Bayu tampak membawa ransel berisi bungkusan keripik. Mulai dari makaroni, sumpia, dan dan lain-lain.

Cara Bayu menawarkan keripik yang dijualnnya itu dinilai sopan. Hal ini membuat Cakra mengajak bocah SD tersebut berbincang.

Kepada Cakra, sang bocah menceritakan kehidupan pribadinya, termasuk dirinya yang sudah tak punya orangtua.

Bayu pun bercerita, keripik yang dijual itu dibuat oleh neneknya. Sebagai cucu yang berbakti, Cakra pun ingin membantu sang nenek.

Ia mengaku, membantu neneknya secara tulus karena selama ini sudah merepotkan ibu dari orangtuanya itu. Bayu diketahui mulai berjualan sejak ibunya meninggal.

“Mau bantuin nenek, soalnya nenek udah ngurusin aku jadi aku enggak mau repotin nenek,” kata Bayu kepada Cakra.

Dari rumah neneknya yang berada di Ciwastra, Bayu pun menempuh perjalanan hingga enam kilometer menuju Buahbatu.

Biasanya, ia naik angkot sambil menggendong ransel berisi sekitar 50 bungkus keripik. Tak hanya satu, kadang-kadang ia pun membawa dua ransel untuk berjualan.

Walaupun sibuk membantu cari nafkah untuk sang nenek, Bayu tetap sekolah. Ia justru berjualan setiap hari setelah selesai pulang sekolah.

Bocah SD itu menjual satu bungkus keripik seharga Rp 5 ribu. Saat sore, Bayu biasa nangkring di sekitar Ayam Geprek Bensu atau sekitar Jalan Banteng.

Kemudian, ia berjalan sambil berjualan ke arah Mcd Buahbatu.\ Malamnya, ia kerap melanjutkan berjualan di sekitar Kliningan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *