BPN Ungkit Cutinya ILC TV One Saat Sidang MK, Andi Arief Tunggu Karni Ilyas Buka Suara, Mengapa?

Dalam paparannya mengenai dugaan kecurangan Pilpres 2019 yang terstruktur, sistematis dan masif, tim Prabowo juga menyinggung mengenai kebebasan pers di MK. Secara spesifik mereka mengulas mengenai hilangnya Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One.

“Salah satu media yang mencoba untuk netral seperti TV One kemudian mengalami tekanan dan akhirnya harus mengistirahatpanjangkan salah satu program favoritnya, ‘Indonesia Lawyers CLub’,” kata salah satu anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah.

Hal itu disampaikan Nasrullah saat membacakan gugatan tim Prabowo-Sandi di gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (14/6/2019) siang. Nasrullah mengatakan pihaknya meyakini ada tekanan terhadap pers nasional berkaitan dengan keberimbangan pemberitaan Pilpres.

Dia juga mengungkap media-media yang pemiliknya terafiliasi langsung dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Nasrullah dalam gugatannya itu juga kemudian mengutip pernyataan pembaca acara ILC, Karni Ilyas saat pamit untuk sementara waktu.

“Melalui akun Twitter-nya sang pembaca acara @karniilyas mencuit ‘dear pecinta ILC/ Selama hampir setahun ILC sudah bekerja memberikan informasi, pendidikan publik dan ikut mengawal dari kampanye sampai Pemilu. Karena itu mulai Senin besok, saya memutuskan untuk mengambil cuti,” kata Nasrullah.

Komentar Andi Arief

Hasil gambar untuk sidang mk karni ilyas

Sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (14/6) menyita perhatian banyak publik. Tak terkecuali kader Partai Demokrat Andi Arief.

Andi mengaku mendengarkan serius sidang perdana tersebut melalui televisi. Sidang yang dimulai dengan pembacaan permohonan kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menarik saat membahas mengenai pembukaman program televisi.

Disebutkan, progam Indonesia Lawyers Club (ILC) yang biasa dipandu oleh Karni Ilyas di TV One dibungkam karena alasan mengancam suara pasangan 01, Joko Widodo-Maruf Amin.

“Menurut saya yang paling istimewa dari fakta yang ditunjukkan 02 hanya soal tuduhan pembungkaman ILC karena 01 terancam, lainnya seperti pamflet,” katanya dalam akaun Twitter pribadi, Sabtu (15/6).

Dalam kicauannya, Andi menilai bahwa Karni Ilyas merupakan orang yang paling taat hukum di Indonesia. Untuk itu, dia antusias menunggu kesaksian Karni di sidang MK.

“Saya menantikan dirinya bersaksi di MK, apakah benar acara ILC ditutup dan dibungkam pemerintah seperti yang dikemukakan gugatan 02. Kesempatan pertama hakim bisa memanggil,” tegasnya.

tribunnews.com

Selain itu saat sidang Nasrullah kemudian juga mengutip pendapat pengamat media dan kebijakan publik, Djadjang Nurjaman yang mempertanyakan alasan yang sebenarnya di balik menghilangnya acara ILC.

“Publik bertanya-tanya mengapa KI dan manajemen TV One memutuskan menghentikan sementara tayangan sampai waktu yang tidak ditentukan. Pasti ada tekanan yang sangat kuat dan tidak mampu mereka tahan. Ketimbang berkompromi membuat tayangan yang tidak sesuai dengan jati diri ILC dan Karni Ilyas, lebih baik tidak usah sekalian,” kata Nasrullah mengutip pendapat Nurjaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *