Kisah Poligami Seorang Petani di Selayar, dari Dimusuhin Istri Pertama Hingga Seranjang Bertiga

(tirto.id)

Bicara soal poligami, tentu banyak menuai kontroversi. Ada sebagian orang yang pro karena menjalankan syariat agama. Ada pula yang kontra karena merasa ada ketidakadilan yang nantinya terjadi. Sama halnya dengan Taqwin seorang petani asal Selayar ini melakukan poligami. Sejak berpoligami, ada beberapa hal yang ia alami. Berikut kisah selengkapnya.

Poligami memang dianjurkan dalam Islam. Namun dalam arti para suami harus bisa berlaku adil. Jika sebagian orang yang berpoligami memilih memisahkan istri pertama dan kedua, agar tidak terjadi konflik, tidak dengan kakek di Selayar ini. Jika istri pertama dan kedua biasa dipisahkan di ranjang berbeda tidak dengan petani asal Selayar ini.

Hasil gambar untuk poligami
(tribunnews.com)

Taqwin, kerap disapa Tetta (60), warga Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu Selayar, Sulawesi Selatan, serumah dengan dua istri. Istri pertama, Saerah. Istri kedua, Intan. Masing-masing sudah punya anak. Meski dirinya melakukan poligami, ternyata butuh perjuangan melunakkan hati istri pertama.

Tetta merupakan warga Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu Selayar, Sulawesi Selatan. Alasan ia memiliki dua istri karena anjuran agama.

“Tidak ada sejarahnya perempuan tidak mau dengan laki-laki. Apalagi perempuan adalah tulang rusuk laki -laki,”katanya kepada Tribunselayar.com, Senin (17/6/2019)siang.

Ini Awal Mula Tetta Poligami, Sempat Dimusuhi Istri Pertama, Hingga Seranjang Bertiga
(tribunnews.com)

Istri pertama, bernama Saerah. Istri kedua, Intan. Masing-masing sudah punya anak. Saerah memilik dua anak. Anak pertama bernama Joksan dan anak kedua bernama Rahmawati. Sedangkan Intan memiliki satu anak bernama Rahman.

Sempat dimusuhi

“Saat istri pertama mendengar informasi bahwa saya akan menikah maka langsung dimusuhi,”katanya kepada Tribunselayar.com, Senin (17/6/2019)siang.

Makannya ia berpikir resikonya ada pada dirinya akhirnya lebih memilih untuk pulang. Entah kenapa, kata dia, setelah perjalanan lambego-Jampea Saerah menangis dan mencari Intan. Saat itulah Saerah mengiyakan permintaan Tetta untuk menikahi Intan.

Hasil gambar untuk poligami
(kompas.com)

“Keputusan untuk menikah sekitar sepuluh hari,” tuturnya.

Setelah menikah, lanjutnya, keduanya akur dan tidak pernah berjauhan. Jika salah satu di antara mereka tak ada maka akan ada yang meneteskan air mata. Bahkan saat ini jika tidurpun satu ranjang bertiga.

Cara menafkahi

Untuk menafkahi kedua istri dan tiga anak, Tetta kerja dikebun, dengan mengelolah jambu mente, selain itu ia kerja kapal.

“Penghasilan alhamdulillah bisa cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Ia mengaku jika makan tak banyak, alias sedikit. Bagaimana kisah Tetta jatuh cinta dengan Intan?

“Saya mengenal Intan di Jampea Selayar. Waktu itu mengantar pekerja ke Jampea, dan mesin saat itu meletus,”ujarnya.

Hasil gambar untuk poligami
(klikdokter.com)

Ia mengalami kesusahan mencari uang selama satu bulan, bahkan untuk pinjam uang saja tak ada yang, mau membantu. Lalu Intan mendengar informasi bahwa dirinya kesusahan maka Intan turut membantu. Saat jumpa Intan, disitulah kisah cinta dimulai.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *