Unggul dalam Hal Apapun, Mampukah AS Menang Melawan Iran? Begini Faktanya

theatlantic.com

Friksi Amerika Serikat (AS) dan Iran menajam akhir-akhir ini. Sejumlah pihak memperkirakan ketegangan bisa memuncak menjadi konflik bersenjata alias perang. Teranyar, mulai Senin waktu Washington, AS akan menerapkan sanksi baru terhadap Negeri Persia meski belum diketahui apa bentuknya. Sanksi ini datang selepas hubungan kedua negara yang memanas akibat Iran menembak jatuh drone milik AS.

Insiden jatuhnya pesawat nirawak Amerika Serikat di Teluk Oman akibat ditembak sistem pertahanan anti-serangan udara Iran pekan lalu memicu serangkaian ketegangan baru antara Negeri Paman Sam dengan Negeri Mullah.

(cnbcindonesia.com)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung mengecam keras Iran ketika diberitahu drone AS ditembak jatuh oleh Iran.

“Iran membuat kesalahan besar!” tulis Trump dalam kicauan di Twitternya, seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (20/6).

AS sempat bereaksi dengan berencana melancarkan serangan udara tapi tiba-tiba serangan itu dibatalkan di detik-detik terakhir dengan alasan yang belum jelas.

Sejumlah pengamat politik menilai Trump bisa memanfaatkan konflik ini untuk mengalihkan isu dari permasalahan di dalam negeri. Dikutip dari laman Newsweek, seandainya AS berperang melawan Iran, siapa yang akan menang?

1. Personel dan Anggaran Militer

(merdeka.com)

Militer AS memang lebih unggul ketimbang Iran, terlebih lagi dari persenjataan nuklir. Tapi tak ada perang yang ditentukan di atas kertas.

Amerika bisa menghancurkan Taliban Afghanistan dan menyingkirkan Saddam Hussein dari kekuasannya dalam hitungan beberapa pekan. Tapi bagaimana dengan Iran?

Dari segi jumlah populasi, Iran hanya memiliki 80 juta penduduk dibanding AS yang mencapai 325 juta. Itu membuat AS lebih unggul dari jumlah sumber daya manusia dan produk domestik dibanding Iran.

Angkatan bersenjata AS memiliki sekitar 1,3 juta personel aktif sedangkan Iran hanya 550 ribu. Dengan pasukan cadangan, AS memiliki 2 juta personel sedangkan Iran tidak sampai 1 juta. Tentara AS juga lebih terlatih dan memiliki persenjataan lengkap ketimbang Iran.

Hasil gambar untuk AS Perang Lawan Iran
(kompas.com)

Negeri Paman Sam juga memiliki anggaran militer terbesar di dunia. Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, AS punya anggaran militer mencapai USD 610 miliar tahun 2017, lebih besar ketimbang China, Rusia, Arab Saudi, India, Prancis, dan Inggris jika digabung. Iran hanya memiliki anggaran sekitar USD 14,5 miliar untuk pertahanan.

2. Angkatan Darat

(merdeka.com)

Angkatan perang AS juga mempunyai peralatan paling canggih di dunia sedangkan militer Iran perlengkapannya sudah banyak usang. Iran mempunyai 1.650 tank sedangkan AS 5000 tank. Meski tidak diketahui berapa yang siap perang tapi AS tetap unggul dari segi jumlah.

Persenjataan Iran juga tergolong jenis kelas dua, tank bekas era Perang Dingin, dan bukan tandingan bagi tank Abram AS. Iran dikatakan sedang mengembangkan tank Karrar jenis baru yang disebut-sebut tank paling cangggih di dunia. Tapi para ahli masih meragukan senjata yang dimiliki tank itu.

3. Angkatan Udara

(merdeka.com)

Di udara, AS masih belum tertandingi negara mana pun di dunia. Dengan jet tempur berjumlah 13.000 di semua angkatan bersenjata, AS jauh melampaui Iran yang cuma punya 550 jet. meski sebagian besar hanya bersifat penunjang, namun AS punya peralatan tempur udara tercanggih di muka bumi, sedangkan Iran masih mengandalkan persenjataan bekas Perang Dingin.

Saat ini jet tempur paling anyar AS adalah F-35 Lighning II buatan Lockheed Martin yang punya kemampuan siluman. Saat ini ada sekitar 50 jet tempuar ini di semua lini angkatan bersenjata dan 1000 lagi masih dalam pesanan. Sedangkan Iran masih mengandalkan MiG-29 buatan Rusia dan bekas pesawat tempur AS di masa Shah, seperti F-14.

4. Angkatan Laut

(merdeka.com)

Di lautan, pasukan AS juga masih unggul. AS memiliki 282 kapal perang, termasuk 11 di antaranya bertenaga nuklir. Sedangkan Iran memiliki 200 kapal patroli dan 50 kapal perang.

Satu lagi yang masih menjadi kompetisi antara Washington dan Teheran adalah energi nuklir. Iran masih merupakan negara yang berkemampuan membuat senjata nuklir. Amerika saat ini memiliki sekitar 6.500 hulu ledak nuklir.

Hasil gambar untuk AS Perang Lawan Iran
(tribunnews.com)

Tapi di perang sesungguhnya semua teknologi canggih itu masih bergantung pada kondisi di lapangan. Iran tidak punya peluang untuk melancarkan perang konvensional melawan AS. Teheran bukanlah ancaman dari segi militer bagi AS. Iran lebih cenderung mengandalkan operasi rahasia misalnya serangan siber menyasar target AS atau sekutu AS di Timur Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *