Gemas Performa Tunggal Putri Sering Dapat Kritik, Susy: Jangan Kelemer-kelemer

suara.com

Cabang olahraga bulu tangkis Indonesia memang masih memiliki kekurangan. Adapun diantara sektor lainnya, tunggal putri cukup menjadi salah satu yang disorotan. Beberapa kali sektor ini mendapat kritikan karena performa dan prestasinya

Sektor tunggal putri Indonesia pun akhirnya melakukan berbagai tindakan pembenahan, termasuk merekrut mantan pelatih tim Jepang, Rionny Mainaky.

Susi Susanti optimis anak binaannya akan banyak mendulang medali emas
bola.com

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti sendiri menuturkan jika pihak PBSI sampai saat ini masih berjuang mencari tunggal putri tipe petarung. Tunggal putri tipe petarung yang dimaksud Susy adalah tunggal putri yang tak gampang menyerah jika telah bertarung di lapangan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/5/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
suara.com
Susy Susanti mengakui sulitnya mendongkrak prestasi sektor tunggal putri. Saat ini sektor tunggal putri masih jadi yang paling tertinggal dibanding empat sektor lainnya di Pelatnas PBSI.

Berbagai langkah telah dilakukan PBSI guna mengangkat prestasi Fitriani cs. Termasuk menunjuk Rionny Mainaky sebagai kepala pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI. Susi mengharapkan jika tunggal putri yang ada saat ini seperti Gregoria Mariska, Fitriani dkk bisa lebih meningkatkan kualitas.

“Saat ini tunggal putri yang harus ekstra kerja keras,” ujar Susy dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (25/6/2019).

“Makanya kenapa saya bawel ngomong terus, bukan menganakemaskan tunggal putri, tapi saya mau memacu semangat mereka,” sambungnya.

“Saya bilang, ‘Saya enggak terima, lho. Kita tuh bisa, bukannya enggak bisa, walaupun cuma satu orang, tapi bisa’. Bagaimana caranya menemukan yang satu orang ini,” Susy menambahkan.

Secara khusus, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini menyoroti mentalitas Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan. Menurutnya, semangat juang para penggawa tunggal putri Indonesia masih kurang. Hingga ia pun berkelakar memberikan daging macan kepada mereka.

“Sampai saya bercandain, apa perlu dikasih daging macan ya biar galak? Ha ha ha,” tuturnya diiringi tawa.

(twitter.com/Sport_Okezone)

“Jangan kelemer-kelemer, memang kita ini putri Timur, tapi kalau di lapangan kan bukan putri Timur lagi. Di depan kalian itu musuh, lho, harusnya berpikir, dia atau saya yang mati? Harusnya berpikir seperti perang. Kalau kita tidak melawan, ya kita yang akan mati. Itu yang kami terapkan, saya sendiri juga gemas,” tukas Susy.

(sindonews.com)

Lebih lanjut Susy menuturkan jika Gregoria adalah salah satu yang diharapkan menjadi tunggal putri petarung, hanya saja kondisinya masih kerap naik turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *