Wadaw, Isi Petisi dari Massa Aksi 266 Sebut Ada Antek Asing hingga Bilang Penyelenggaraan Pemilu Curang dan Brutal

Ratusan massa aksi superdamai yang digagas PA 212 mengeluarkan sebuah petisi. Dalam petisi yang disampaikan oleh orator, menyebut pilpres penuh kecurangan hingga membiarkan proyek asing masuk, selain itu beberapa kezaliman disebutkan dan juga penodaan agama.

Para orator aksi kawal MK membacakan petisi di hadapan massa unjuk rasa di depan Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (26/6) sore. Dalam petisi itu disebutkan bahwa Pilpres 2019 penuh kecurangan sampai pemerintah membiarkan proyek asing masuk ke dalam negeri.

Related image
eramuslim.com

“Melihat dan memperhatikan serta mencermati aneka kezaliman yang terjadi selama ini, khususnya rentang waktu 2014-2019, antara lain, pertama kriminilasi dan makarisasi, habaib dan ulama serta aktivis, juga pembubaran dan terorisasi ormas Islam,” kata orator membacakan petisi.

Kedua, lanjut dia, pembiaran penodaan terhadap agama, bahkan perlindungan dan pembelaan terhadap penoda agama. Ketiga, pembiaran gerakan liberal neo-PKI, LGBT, ahmadiyah dan syiah rhafidhoh, serta aliran sesat dan berbagai kemungkaran merajalela di saentero negeri.

Related image
merdeka.com

Keempat, penjualan aset negara pada asing dan aseng, penumpukan utang negara, pemberian program OBOR Tiongkok dan penerimaan imigran sebagai TKA di Indonesia sekaligus pembiaran pribumi terpuruk,” kata orator.

Image result for aksi 266
suara.com

Kelima, pelaksaan pemilu curang dan brutal sehingga 500 petugas pemilu wafat secaea tak wajar tanpa autopsi. Lebih sebelas ribu petugas pemilu jatuh sakit dirawat serius di berbagai rumah sakit tanpa penyelidikan penyebabnya. Kemudian tindakan represif aparat kepada rakyat sehingga jatuh korban sepuluh orang, di antaranya empat anak-anak. Lalu lebih 800 orang luka tembak dan pukulan.

Image result for aksi 266
suara.com

Serta lebih 500 orang ditahan di antara mereka banyak disiksa di dalam tahanan. Selain itu, lebih 30 orang hingga saat ini hilang belum ditemukan.

Oleh karena itu, para massa aksi menyerukan, pertama mengecam keras segala bentuk kecurangan dan kezaliman yang telah meruntuhkan sendi-sendi keadilan.

“Kedua, menolak segala bentuk putusan hukum yang menjustifikasi kecurangan dan kezaliman, karena tidak sesuai dengan ajaran apa pun dan juga bertentangan dengan amanat konstitusi NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” jelas dia.

Image result for aksi 266
merdeka.com

Orator juga memastikan pihaknya akan melakukan perlawanan secara konstitusional terhadap segala bentuk kecurangan dan kezaliman untuk keselamatan agama bangsa dan negara.

Sebelum resmi membubarkan diri, Asep menyebutkan, massa 212 bakal menggelar aksi lanjutan di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (27/6). Dia lantas meminta massa yang hadir pada hari ini, kembali datang esok hari dengan membawa rekan lainnya.

“Sampaikan kepada segenap alumni 212. Jangan sampai menyesal. Besok penentuan. Besok datang sebanyak-banyaknya,” ucap dia.

Berdasarkan pantauan, massa membubarkan diri dengan tertib. Mayoritas massa membubarkan diri dengan berjalan kaki mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan. Sebagian lainnya, berjalan kaki menuju arah Sarinah.

Sembari membubarkan diri, sejumlah massa tampak memunguti sampah. Mereka lantas memasukkan sampah ke dalam plastik hitam yang dibawa sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *