Mengejutkan! Romy Akui Terima Uang Suap Jual Beli Jabatan, Ternyata Segini Yang Ia Terima

Rommy Klaim Dijebak (twitter.com/parodi_negeri)

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romhurmuziy mengaku menerima tas isi berisi uang. Pengakuannya itu terlontar saat sidang lanjutan dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengaku menerima uang ratusan juta. Pengakuannya itu terlontar saat sidang lanjutan dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Rommy mengungkapkan, uang sebesar Rp 250 itu didapat dari mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Haris ‎Hasanuddin. Transaksi pemberian uang dila‎kukan di kediaman Rommy di Jalan Batu Ampar, Kramat Jati pada 6 Februari 2019.

Rommy Akui Terima Tas Hitam Berisi Duit Rp 250 Juta
(Jawa Pos)

Adapun uang itu dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih Haris kepada Rommy karena telah direkomendasikan menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. “Waktu itu memberikan satu tas hitam yang diakuinya sebagai uang. Karena saya tidak membuka,” ungkap Rommy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6/2019) malam.

Rommy mengaku sempat menolak uang Rp 250 juta dari Haris tersebut. Namun karena Haris terus merayunya dan datang dari Jawa Timur, Rommy pun akhirnya menerima uang tersebut.

Image result for romahurmuziy
(Kompas)

“Ya, sudah. Di dalam tradisi ketimuran tidak pada tempatnya kita menolak apa yang disampaikan seseorang dibawa langsung. Apalagi Pak Haris datang dari Jatim. Sehingga waktu itu saya terima karena tas itu digeletakkan,” katanya.

Namun demikian, Rommy tiba-tiba merasa berat hati menerima uang tersebut. Sebagai pejabat negara yang notabenya sebagai anggota DPR, Rommy menyebut tindakan itu dilarang. Karenanya, Rommy pada 28 Februari berniat mengembalikan duit Rp 250 juta kepada Haris melalui Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Norman Zein Nahdi.

Image result for romahurmuziy
(Kompas)

Kemudian saat perhelatan Rapimnas PPP bertempat di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta, uang Rp 250 juta itu diserahkan kepada Norman Zenin Nahdi untuk bisa dikembalikan ke Haris.

“Jadi saya tidak dalam posisi mengembalikan secara langsung jadi saya menyampaikan lewat orang lain (Norman Zenin Nahdi),” tutur Rommy.

Namun saat 15 Maret 2019, dirinya terkena OTT oleh KPK. Selang beberapa hari, Rommy mengaku kaget dari kuasa hukumnya karena uang Rp 250 ‎juta itu belum dikembalikan kepada Haris Hasanuddin.

Image result for romahurmuziy
(Tribun)

“Pagi itu saya mau menanyakan ke saudara Norman pagi itu, tapi ketika pagi itu pertemuan digelar sudah keburu ada OTT,” ucapnya.

Diketahui, mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanudin didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 yang juga mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy berupa uang Rp 325 juta.

Image result for romahurmuziy
(Tribun)

Haris juga disebut dalam surat dakwaan memberi uang dengan total Rp 70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Padahal Haris sejatinya tidak lolos persyaratan administrasi.

Atas perintah Rommy sebagai atasan struktural partai, Lukman lantas menjadikan Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris.

Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp 50 juta kepada Lukman. Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp 20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *