Lakukan Aksi Demo di Depan Rumah Kertanegara, Inilah Tuntutan Emak-emak Kepada Prabowo-Sandi

Setelah KPU menetapkan pemenang Pilpres 2019, yaitu pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebegai presiden terpilih periode 2019-2024. Terbaru emak-emak pendukung pasangan Prabowo-Sandi justru melakukan aksi demo di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

Mereka memulai Aksinya sekitar pukul 14.13 WIB dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan yang ingin disampaikan ke Prabowo. Pada intinya mereka menolak wacana rekonsiliasi Prabowo dan Joko Widodo. Bahkan mereka tak setuju apabila kedua tokoh nasional itu bertemu.

 

(Kompas.com)

 

“Karena kami tahu apa arti rekonsiliasi. Artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama, yang tak bisa hilang dari dada kami. Bagaimana kecurangan yang begitu masif, begitu terstruktur, kasat mata, mereka bisa lihat tapi mereka abaikan,” ujar Koordinator aksi Nurdiati Akma saat ditemui di sela-sela aksi.

Nurdiati menilai dengan adanya rekonsiliasi akan menghilangkan kasus-kasus yang terjadi selama pemilu. Ia mencontohkan peristiwa ratusan anggota KPPS yang meninggal saat proses rekapitulasi perolehan suara. Kemudian Ketua Umum Badan Koordinator Majelis Taklim juga menyinggung masyarakat yang meninggal dunia saat kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Menurut Nurdiati, rekonsiliasi artinya Prabowo berkompromi atas kasus-kasus yang hingga kini belum diselesaikan.

 

(Republika.co.id)

 

“Maka jangan bapak terima rekonsiliasi atau apapun namanya. Kami tidak rela. Kami merasakan rekonsiliasi ini terminologi kompromi. Sedangkan kami tak bisa kompromi,” kata Nurdiati.

Sekitar pukul 15.30 WIB, emak-emak mulai memghentikan aksinya. Mereka terlihat duduk di sekitar rumah Prabowo. Ada pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dan merekam video. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, Prabowo tidak berada di Kertanegara. Ketua Umum Partai Gerindra itu tengah berada di kediamannya di Hambalang, Bogor.

 

 

Sementara itu, Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan pendapatnya ihwal narasi rekonsiliasi politik pascapemilihan presiden 2019. Dahnil berpendapat kepulangan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab ke tanah air semestinya menjadi bagian dari rekonsiliasi politik tersebut.

 

(Tempo.co)

 

“Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia,” kata Dahnil melalui akun Twitternya, @Dahnilanzar pada Kamis, 4 Juli 2019. Dahnil mempersilakan cuitannya dikutip.

Narasi rekonsiliasi ini ramai diserukan mengingat polarisasi yang terjadi di antara pendukung selama pemilihan presiden 2019. Sejumlah kalangan berpendapat Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo harus segera bertemu dan melakukan rekonsiliasi demi meredakan tensi politik di masyarakat.

Menurut Dahnil, narasi rekonsiliasi politik harus disertai dengan berhentinya kriminalisasi terhadap para pendukung Prabowo – Sandiaga Uno di pemilihan presiden 2019. Dia berpendapat narasi yang menstigma kelompok pendukung Prabowo sebagai radikal juga harus diakhiri.

 

(IDN Times)

 

“Stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yang otentik, setop narasi-narasi stigmatisasi radikalis, dan lain-lain,” kata mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini. Dahnil mengatakan akan menyampaikan usulan kepada Prabowo agar persoalan kepulangan Rizieq ini juga dibahas jika bertemu Jokowi nanti.

Rizieq Shihab saat ini bermukim di Mekkah, Arab Saudi. Dia berangkat ke Mekkah sejak terjerat kasus chat mesum. Kasus ini dihentikan pada Juni 2018, tetapi Rizieq belum juga kembali ke tanah air. Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo Subianto berjanji akan menjemput Rizieq pulang seumpama dirinya menang pemilihan presiden 2019.

Sebelumnya, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade juga mengungkapkan hal senada. Andre mengatakan pertemuan Prabowo dan Jokowi bukan dalam rangka bagi-bagi kursi, melainkan meredakan tensi politik dan membantu para pendukung Prabowo yang berkasus.

“Jangan menstigma silaturahim Pak Prabowo itu bagi-bagi kursi. Coba pikirkan juga bagaimana para pendukung yang masih punya banyak masalah. Ada yang ditahan, ada yang masih terima surat panggilan polisi, lalu ulama yang ada masalah gara-gara pilihan pemilu,” kata Andre kepada Tempo, Selasa, 2 Juli 2019.

 

 

 

1 thought on “Lakukan Aksi Demo di Depan Rumah Kertanegara, Inilah Tuntutan Emak-emak Kepada Prabowo-Sandi

  1. Ini sih sdh keterlaluan. Emak2 ini sombong berprinsip diatas ketidak-ngertiannya ttg bernegara. Pilpres itu adu rencana program antar calon. Program yg dianggap msk akal ditambah sedikit ttg kepribadian si calon, maka pilihan dijatuhkan. Setelah ‘pesta’ selesai…..ya sama2 bangun Indonesia lagi. Bukan brt bermusuhan. Btw….mbayangkan suami & anaknya di rmh…..kira2 gimana ya?😂😂😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *