Wadaw! Sampai Buat Vlog, Ruhut Sitompul Sindir Anies Baswedan Soal Janji Tolak Reklamasi

Mantan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sampai pergi ke pulau reklamasi untuk menyindir kebijakan reklamasi yang dilanjutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam kunjungan Ruhut, terkaget-kaget melihat pulau reklamasi diisi dengan bangunan mewah. Bahkan ia sama sekali tidak menemukan pantai yang disempat disebut Anies sebagai Pantai Maju. Ia pun membuat Vlog yang menyindir janji Anies.

Sebelumnya ratusan IMB diterbitkan oleh Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta dengan berlandaskan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 121 Tahun 2012 tentang Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta

Serta Pergub Nomor 206/2016 tentang Panduan Rancang Kota Pulau C, D, dan E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Melihat hal itu, Mantan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul pergi mengunjungi pulau reklamasi itu untuk sekedar menyindir kebijakan yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

(beritasatu.com)

Dirinya bahkan menilai Anies melupakan janjinya semasa kampanye dan hal itu ia tuangkan hingga dibuatkan sebuah vlog.

Dalam vlog “ANIES BASWEDAN LUPA JANJI TOLAK REKLAMASI, SIBUK NGELES DAN NYALAHIN SANA SINI” itu diunggah Ruhut di akun Youtubenya pada Selasa (9/7/2019).

(tribunnews.com)

Vlog itu kemudian viral ditonton lebih dari 200 ribu pengguna Youtube. Dalam Vlog tersebut, Ruhut Sitompul main ke Pulau Reklamasi C dan D di Jakarta Utara.

Di sana Ruhut, terkaget-kaget melihat pulau reklamasi diisi dengan bangunan mewah. Bahkan ia sama sekali tidak menemukan pantai yang disempat disebut Anies sebagai Pantai Maju.

(tempo.co)

“Ke Pantai Maju, kulihat ini, mana pantainya, waduh terkaget-kaget aku, apalagi aku lihat ini papan reklame ngeri kali,” kata Ruhut di depan sebuah papan reklame.

Padahal kata Ruhut, Anies bisa saja membatalkan Pergub tersebut karena kini ia yang memiliki kuasa sebagai Gubernur.

(tempo.co)

“Untuk mengeluarkan IMB dengan Pergub itu lemah, ingat Gubernur itu gak bisa jalan sendiri, harus ada kerja sama dengan DPRD. Jadi harus ada Perda, penting ada Perda sebagai landasan hukum,” kata Ruhut.

“Kalau kau mau konsisten tolak reklamasi kau kan Gubernur ya kau cabut saja Pergubnya Ahok,” imbuh Ruhut.

(mediaindonesia.com)

Namun kata Ruhut, jika Anies tetap bersikeras untuk melanjutkan pembangunan reklamasi, Ruhut pun mempersilakan.

Dengan satu catatan, ia juga tetap memperhatikan kepentingan rakyat kecil di dalam pembangunan tersebut.

“Tapi jangan lupa, bantu dong fasilitas untuk rakyat, dan ingat konstribusi yang 15 persen, ke kas Pemda dan hasil daripada konstribusi, itu bisa untuk membantu perbaikan jalan macet, banjir, sekolah-sekolah untuk anak-anak,” saran Ruhut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *