Berbagi Kisah Pengalamannya Jadi Tahanan, Kriss Hatta Akui Diperlakuan Khusus di Lapas

tabloidbintang.com

Kriss Hatta akhirnya menghirup udara bebas setelah mendekam di balik jeruji besi selama tiga bulan lamanya. Terbukti terbebas dari segala tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepadanya, dirinya sudah dapat bernafas lega. Baru-baru ini Kriss hatta membagikan pengalamannya saat mendekam di lapas di Rutan Bulak Kapal Bekasi.

Kriss Hatta saat ini dapat bernafas lega. Segala tuntutan dan kasus yang menjeratnya sudah selesai dan dirinya terbukti tidak bersalah. Namun dirinya yang sempat mendekam dibalik jeruji besi pastinya menjadi sebuah pengalaman yang tidak bisa ia lupakan.

Belum lama ini dia membagikan pengalamannya selama mendekam di penjara, lewat kanal YouTube milik presenter dan komendian Denny Cagur. Hal tersebut dicurahkannya dalam video vlog YouTube Denny Cagur TV, Kamis (11/7/2019).

Praktekan Tidur seperti Ikan Asin dengan Denny Cagur, Kriss Hatta Akui Diperlakuan Khusus di Lapas
(tribunnews.com)

Diketahui Kriss Hatta menjadi tahanan kejaksaan atas kasus pemalsuan dokumen pernikahan yang diajukan mantan kekasihnya, Hilda Vitria. Ia pun menceritakan kepada Denny apa yang dialaminya saat datang ke lapas dini hari pada Selasa (9/4/2019).

(tribunnews.com)

Kriss mengatakan ia dimasukkan dalam ruangan bersama ratusan tahanan lainnya.

“Wah itu dia, itu gue masuk tempat penampungan yang jumlahnya 137 orang, sudah itu mereka kan pada tidur, masuk tahanan jam 01.00 pagi, tengah malem,” papar Kriss.

“Ngelihat orang itu tidur begini (memberikan contoh dengan tanggannya), jadi mepet-mepet itu sudah kaya ikan asin itu saking mepetnya,” papar Kriss Hatta.

Keduanya lantas mempraktekan posisi tidur yang dijelaskan Kris Hatta. Keduanya pun tertawa dengan Denny yang keheranan.

Artis Kriss Hatta membagikan pengalamannya mendekam di lapas di Rutan Bulak Kapal Bekasi sejak bulan April 2019.
(tribunnews.com)

Akan tetapi ia tak tidur bersama tahanan itu dan tidur di tempat tidur KM, milik kepala kamar. Cuma saya enggak yang mepet-mepet itu, cuma saya ditaruhnya di tempat tidur KM.

KM itu kepala kamar, yang punya wewenang penuh untuk mengatur semua ini lah, tahanan juga,” ujar Ksiss.

“Biasanya yang jadi KM itu tahanan yang sudah bertahun-tahun, dituakan,” kata Kriss menambahkan.

(tribunnews.com)

Tak hanya berhimpitan saat tidur, Kriss juga mengatakan saat mandi, para tahanan akan mandi bersama dan tak ada sekat yang menutupi.

“Masuk pagi, ya ampun lima-lima mandi barengan, kan kamar mandi isinya satu, orangnya seratus, kebuka,” cerita Kriss.

“Jadi lo kalo mau mandi, liat gue?” tanya Denny Cagur.

“Iya,” jawab Kriss.

(instagram.com/krisshatta)

Keduanya lantas tertawa geli. Kriss lalu mengaku tak dapat mandi bersama dan meminta tolong kepada petugas. Ia juga mengatakan ada perlakuan khusus yang didapatnya karena menjadi tahanan jaksa.

(youtube.com)

“Tapi saya minta ijin sama tugas depan, pak saya belum mandi, saya enggak bisa mandi yang lima penampungan bareng-bareng itu, cuma ada perlakuan yang berbeda, kalau statusnya masih tahanan kejaksaan.”

“Kalau statusnya sudah napi, kita pasti disamakan, yang berbeda pasti ada,” ujar Kriss.

Kriss lantas bercerita ia kemudian meminta mandi di kamar mandi manapun asal dirinya bisa sendiri dan tertutup.

suara.com

Ia pun diberikan kesempatan untuk mandi di kamar mandi petugas pendamping.

“Baju yang gue pake gue jadiin handuk, dan gue pake baju dinas binaan,” ujar Kriss.

Ia menuturkan memakai baju dinas binaan berwarna biru tersebut menjadi syarat saat ada keluarga yang membesuk.

“Kalau di dalam (lapas) kita pake baju bebas, ketika ada panggilan kita harus ganti, dan sopan, enggak boleh pakai celana pendek,” kisah Kriss.

Kriss pun mengakui di bulan pertamanya di lapas adalah momen yang sangat berat untuknya. Ia bahkan menuturkan tahanan baru akan mengalami syok dan menjadi hal yang wajar di lapas tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *