Tersangka Pengusul Tak Pasang Foto Presiden Minta Maaf, Tapi Proses Hukum Tetap Berjalan! Ini Ancaman Hukumannya

(kompas.com)

Tersangka pengusul tidak pasang foto presiden, Asteria Fitriani telah meminta maaf kepada publik. Walau begitu, bukan berarti proses hukumnya berhenti. Tetap jalani proses hukum, ini ancaman hukuman untuk Asteria.

Meski telah meminta maaf, proses hukum terhadap tersangka Asteria Fitriani tetap berlanjut. Dilansir dari Kompas.com, Asteria merupakan tersangka kasus penyebaran ujaran kebencian dan juga penghinaan terhadap penguasa akibat unggahannya yang mengajak sekolah untuk tidak memasang foto presiden dan wakil presiden.

Hasil gambar untuk Asteria Fitriani
indopolitika.com

“Jadi, permintaan maaf itu kan tidak menghapus proses pidananya. Jadi, sama halnya dengan kita melakukan pidana terus kita melakukan ganti rugi itu tidak menghapus pidananya, karena pidana kita yang dikejar adalah perbuatannya,” tutur Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (11/7/2019).

Hasil gambar untuk Asteria Fitriani
suara.com

Ia pun mengatakan, perbuatan Asteria sudah tak bisa ditarik lagi. Walaupun ia telah meminta maaf dan juga menghapus unggahannya tersebut. Tetapi, permohonaan maaf yang dilakukan Asteria bisa menjadi pertimbangan hakim di persidangan nantinya.

Hasil gambar untuk Asteria Fitriani
akurat.co

“Permintaan maaf yang disampaikan oleh tersangka ini, tentunya dapat meringatkan nanti dan menjadi pertimbangan hakim dalam menentukan hukumannya,” tutur Budhi.

Sebelumnya telah diberitakan, Asteria telah menyampaikan permintaan maafnya atas unggahan Facebooknya yang mengusulkan tidak usah pasang foto presiden dan wakil presiden kepada masyarakat.

Hasil gambar untuk Asteria Fitriani
suara.com

“Bersama ini, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, atas postingan saya per tanggal 26 Juni 2019 yang membuat keresahan di masyarakat,” tutr Asteria di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis (11/7/2019).

Ia pun mengaku menyesal. Pasalnya ia merasa tidak bijak dan kurang mempertimbangkan apa yang ia tulis di Facebook miliknya. Asteria  tak menyangka, bahwa apa yang ditulisnya di media sosial berujung pada penangkapan dirinya.

Hasil gambar untuk Asteria Fitriani
tribunnews.com

Asteria telah dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE jo pasal 14 ayat 1 atau ayat 2, atau pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946. Pasal ini tentang peraturan hukum pidana.

Ia juga telah dikenakan pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan atau Pasal 207 KUHP tentang penghinaan kepada penguasa. Akibat dari perbuatannya itu, Asteria kini terancam hukuman maksimal selama enam tahun penjara atau denda maksimal sebesar Rp 1 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *