Bukannya Pulang, Dubes Agus Maftuh Bingung Rizieq Shihab Malah Pergi ke Maroko

(twitter.com/tagar_id)

Nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab belakangan ini ramai di beritakan. Sebelumnya Eks Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menjadikan kepulangannya sebagai syarat rekonsiliasi Jokowi – Prabowo. Namun belakangan diketahui dirinya terkena denda overstaying karena terlalu lama berada di Arab Saudi.

Sebelumnya Koordinator Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaitkan kepulangan Habib Rizieq dengan proses rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.

Menurut Dahnil, pemulangan Habib Rizieq merupakan salah satu cara untuk mengubur dendam politik di Pilpres 2019.

(tribunnews.com)

Namun belakangan diketahui masa berkunjung Rizieq ke Arab Saudi sudah habis dan dirinya diharuskan membayar denda dan pulang ke tanah air.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan masalah yang menghalangi kepulangan pentolan FPI Rizieq Shihab dari Arab Saudi, yakni overstay alias melebihi izin masa tinggal.

suara.com

Ia mengatakan, Rizieq masuk ke Arab Saudi menggunakan visa ziarah tijariyyah atau kunjungan bisnis tertanggal 9 Juni 2017. Lalu ia berstatus WNI overstay di Arab Saudi sejak 20 Juli 2018.

Namun, overstaying, kata Agus Maftuh, merupakan masalah lumrah dan bisa langsung diselesaikan dengan membayar denda sebesar Rp110 juta, asalkan warga negara asing di Arab Saudi itu tidak terjerat hukum.

(tribunnews.com)

Agus Maftuh pun meluruskan desas-desus yang saat ini sedang menjadi topik hangat di Indonesia, yakni Arab Saudi diminta Indonesia mencekal Habib Rizieq.

“Info tersebut amat sangat bohong sekali. Sampai hari ini tidak pernah ada nota di meja saya karena semua lorong diplomasi ke Saudi lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh. Tidak ada permintaan Indonesia kepada Saudi,” tegas Agus Maftuh di Top News MetroTV, Kamis (11/7/2019).

(liputan6.com)

Terlebih, ia melanjutkan, Arab Saudi bukanlah negara yang mudah dipengaruhi oleh negara lain.

Selain itu, terdapat prinsip nonintervensi dalam diplomasi, sehingga Indonesia tak boleh ikut campur pada urusan negara Arab Saudi, begitu juga sebaliknya.

“KBRI enggak pernah menghalang-halangi Alhabib Muhammad Rizieq Shihab untuk pulang ke Indonesia,” katanya lagi.

(fajar.co.id)

Ia sendiri mengaku heran lantaran Habib Rizieq rupanya sempat keluar dari Arab Saudi ke Maroko, tetapi tidak sekalian pulang ke Indonesia.

“Beliau pada bulan April berada di Maroko, kemudian kembali ke Saudi pada 21 April jam tiga lewat 22 menit lewat bandara Jeddah,” ungkap Agus Maftuh.

“Artinya apa? Sebenarnya beliau sudah bisa keluar dari Saudi, dan dari Maroko ke Indonesia ini kan flight-nya sangat gampang, sehingga kenapa itu enggak dimanfaatkan untuk kembali ke Indonesia untuk kemudian masuk lagi ke Saudi untuk triwulan ketiga” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *