Kembali Mendekam di Penjara, Ridho Rhoma Tak Dijemput Paksa Kejari Jakbar, Kenapa? Ternyata…

(Twitter)

Ridho Rhoma diketahui telah selesai menjalani masa hukuman 10 bulan 20 hari terkait kasus narkoba yang menjeratnya. Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan dikabulkan. Vonis Ridho pun diperberat menjadi 1,5 tahun. Dalam prosesnya pun, Ridho diketahui tidak dijemput paksa oleh Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.

Edy Subhan, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Jakarta Barat, belum bisa memastikan jam berapa Ridho Rhoma tiba memenuhi panggilan, terkait kasus narkoba yang sempat menjeratnya.

“Kami tidak tahu jam berapa berapanya. Tapi infonya Benar Ridho akan datang memenuhi panggilan,” ujar Edy Subhan di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Jumat (12/7), seperti yang dilansir dari TabloidBintang.com.

(Tabloid Bintang)

Lebih lanjut, Edy pun menjelaskan alasan kejaksaan tidak melakukan penjemputan paksa terhadap Ridho Rhoma. Ia yakin, putra pedangdut Rhoma Irama itu punya itikad baik. Ini adalah panggilan ketiga bagi Ridho.

“Kalau penjemputan paksa, itu kan kalau pihak berasangkutan tidak ada itikad baik. Kalu pihak Ridho Rhoma saya yakin ada itikad baik karena publik figur juga. Jadinya kami memberikan kesempatan hari ini untuk menghadiri panggilan,” jelas Edy.

(tabloidbintang.com)

Hari ini, lanjut Edy, menjadi batas akhir bagi Ridho untuk memenuhi panggilan Kejari Jakarta Barat. Andai yang bersangkir tidak hadir, makan akan dilakukan penjemputan paksa.

“Kalau tidak datang hari ini baru kami akan jemput paksa. Kami beri waktu sampai hari ini. Nanti setelah mereka datang ada pendataan segala macam baru kami bawa ke Salemba dan langsung dieksekusi,” pungkas Edy Subhan, seperti yang dikutip dari TabloidBintang.com, Jumat (12/7).

Sekadar diketahui, sebelumnya Ridho Rhoma sudah selesai menjalani masa hukuman 10 bulan 20 hari terkait kasus narkoba yang menjeratnya. Tapi JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan dikabulkan. Vonis Ridho pun diperberat menjadi 1,5 tahun.

(Liputan6.com)

Di sisi lain, Ridho akan menjalani sisa hukuman selama delapan bulan penjara di Rutan Salemba, Jakarta Timur. Hal ini tentu berpengaruh pada jadwal kerja Ridho Rhoma. Ridho terpaksa membatalkan sejumlah pekerjaannya.

“Kalau yang sifatnya waktunya tidak berubah terpaksa dibatalkan. Kecuali yang sifatnya fleksibel, misalnya sinetron yang bisa ditunda setelah Ridho selesai melaksanakan (hukuman),” jelas kuasa hukum Ridho Rhoma, Ismail Istara, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7), seperti yang dilansir dari TabloidBintang.com.

Hilangnya pekerjaan tentu memunculkan kerugian materi bagi Ridho Rhoma. Soal ini, Ismail menolak menjelaskan lebih jauh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *