Kaget! Iwan Fals Ikut-Ikutan di Kasus Galih Ginanjar?

merdeka.com

Kasus ‘ikan asin’ yang melibatkan Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua terhadap Fairuz A. Rafiq menjadi sorotan media bahkan menjadi pembicaraan banyak orang saat ini. Bahkan musisi legendaris Iwan Fals pun ikut menanggapi kasus tersebut lewat cuitannya ini.

Musikus legendaris Iwan Fals mengaku heran dengan ramainya perbincangan tentang kasus ikan asin, yang menjadikan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua berstatus tersangka. Lewat akun Twitter miliknya, pelantun Bento itu menyampaikan komentarnya.

“Kasus ‘ikan asin’, emangnya kenapa dengan ikan asin?” tulis Iwan Fals, Jumat (12/7/2019).

“Makanan sehari-hari yang enak, tapi kalau kebanyakan darah tinggi lo,” sambungnya di cuitan berikut.

(tribunnews.com)

Seperti diketahui, kasus ‘ikan asin’ bermula saat Galih Ginanjar tampil dalam vlog akun YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.

Dalam video itu, Galih menyebut bagian tubuh mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, berbau ikan asin.

Fairuz A Rafiq tidak terima dengan penghinaan tersebut. Bersama pengacara, Hotman Paris Hutapea, dia melaporkan Galih Ginanjar, termasuk Rey Utami, dan Pablo Benua.

(liputan6.com)

Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pihak kepolisian mulai hari ini, Jumat (12/7/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa ketiga tersangka kasus ‘ikan asin’ itu ditahan setelah dilakukan pemeriksaan.

tabloidbintang.com

Bahkan Pablo benua diduga juga terlibat dalam kasus penipuan. Hal tersebut diketahui saat Polisi mengatakan menemukan puluhan STNK di dari rumah Rey Utami dan Pablo Benua.

Puluhan STNK telah disita polisi saat penggeledahan dan kini diamankan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya.

(detik.com)

Argo menjelaskan penyidik sedang menanyakan pada Rey dan Pablo terkait keberadaan puluhan STNK.

Namun ada dugaan puluhan lembar STNK itu berkaitan erat dengan kasus penipuan dan penggelapan mobil dengan terlapor Pablo Benua. Kasus itu masih diusut polisi.

liputan6.com

“Barang bukti STNK dan barang bukti hasil geledah sedang ditanyakan dalam pemeriksaan yang masih berlangsung,” ucap Argo.

“Polisi juga menerima laporan pada tanggal 26 Februari 2018 tentang penipuan dan penggelapan mobil dengan terlapor Pablo Benua,” jelas Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/7).

Ada dua mobil, yakni Honda Jazz dan Honda HR-V, yang digelapkan oleh Pablo. Modusnya, Pablo selaku debitur tidak membayar cicilan mobil, tapi malah memindahtangankan mobil kreditan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *