Partainya Dukung Jokowi Dari Awal, Agung Laksono : ‘Harusnya Golkar dong yang Dapat Menteri Paling Banyak’

Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono baru baru ini mengeluarkan sesumbar tentang Kabinet Menteri Jokowi Jilid 2. Ia merasa bahwa jatah menteri untuk periode berikutnya harus lebih banyak diberikan ke partainya. Disamping hal tersebut, ia juga memberikan opini tentang perang dingin dalam internal Golkar jelang Munas Golkar.

Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono menilai, partainya berhak mendapatkan jatah kursi lebih banyak dibanding periode sebelumnya. Sebab, Golkar dianggap partai yang paling pertama mendukung Jokowi kembali maju di Pilpres 2019.

Image result for agung laksono golkar
(RRI)

Menurut Agung, setelah Golkar bersikap, baru partai lain ikut mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi.

“Wajar kalau kita mengajukan lebih dibanding sekarang yang hanya dua, karena dari partai koalisi yang pertama kali mengusung pak Jokowi adalah Partai Golkar, baru disusul partai-partai yang lain. Bahkan PDI Perjuangan pun menyusul. Yang pertama kali mengusung adalah Golkar,” ujarnya, Jumat (17/7) di Garut.

Image result for agung laksono golkar
(Poskota)

Namun meski demikian, Agung enggan menyebut berapa kursi menteri yang ideal bagi partai Golkar. Ia pun menyebut bahwa Partai Golkar tetap menyadari bahwa mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945, penyusunan kabinet adalah hak perogratif Presiden.

“Ideal (jumlah menteri untuk Golkar) saya tidak bisa mengatakan. Terserah beliau (Jokowi),” ucapnya.

Image result for agung laksono golkar
(Tempo)

Dari Partai Golongan Karya sendiri, disebut mantan Ketua DPR ini, sudah menyiapkan kader-kader partai yang mumpuni. Para kader yang diajukan itu siap ditempatkan menjadi menteri, menteri koordinator, dan lainnya. Namun ia pun tidak merinci berapa jumlah kader dan nama-nama yang sudah disiapkan.

“Pokoknya lebih dari satu,” katanya.

Sebut Tak Ada Perpecahan di Golkar

Ketua Dewan Pakar Partai Golongan Karya, Agung Laksono menyebut bahwa perpecahan internal Partai Golkar hanyalah isu saja. Mantan Ketua DPR itu menilai, apa yang terjadi saat ini hanya dinamika semata.

“Itu hanya dinamika saja tidak sampai pada perpecahan,” kata Agung, di Gedung Lasminingrat, Garut, Jumat (12/7).

Image result for agung laksono golkar
(Senayan Post)

Agung mengingatkan, agar permintaan pergantian ketua DPD I dan DPD II hanya dilakukan pada hal-hal yang sifatnya objektif saja. Ia mencontohkan, pergantian harus dilakukan jika sudah melewati waktu periodisasi, atau karena terlibat kasus-kasus hukum

“Jadi bisa saja dilakukan pergantian (kalau bersifat objektif). Kalau tidak ada, tidak perlu dilakukan pergantian plt (pelaksana tugas). Jangan mengganti atas dasar perbedaan pilihan. Si A milih ini, si itu milih itu enggak usah, kita demokratis. Saya kira seperti itu,” jelasnya.

Image result for agung laksono golkar
(Liputan 6)

Selain itu juga, Agung juga menyebut bahwa dirinya sudah memberikan usulan kepada Ketua Umum Partai Golongan Karya agar menjelang Munas menghindari pergantian-pergantian Ketua DPD Golkar.

“Toh tinggal beberapa bulan lagi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *