Jaksa Agung, HM Prasetyo Minta Baiq Nuril Tak Perlu Khawatir dan Takut untuk Dipenjara, Amnesti Presiden Gimana?

(gatra.com)

Baiq Nuril tampaknya mendapat angin segar atas kasus yang meinpanya. Setelah PKnya ditolak dan terancam penjara hingga denda ratusan juta. Kemarin setelah bertemu dengan Jaksa Agung HM Prasetyo, Baiq Nuril setidaknya bisa sedikit bernafas lega dan menghilangkan ketakutannya untuk masuk penjara.

Baiq Nuril, mantan guru honorer SMAN 7 Mataram yang terjerat kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), bertemu dengan Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (12/7). Prasetyo meminta Baiq untuk tidak khawatir dan takut dipenjara.

Baiq Diminta Tak Takut Dipenjara, Bersama Politisi PDIP Temui Jaksa Agung
tribunnews.com

“Sekali lagi, Ibu Baiq Nuril tidak perlu khawatir, tidak perlu merasa ketakutan segera dieksekusi dimasukkan ke penjara, tidak. Kami akan lihat perkembangan selanjutnya, yaitu pengadilan tidak hanya mencari keadilan dan kebenaran, tapi juga memperhatikan kemanfaatan dari putusan sebuah kasus,” ujar Prasetyo.

Baiq, yang didampingi tim hukum dan anggota DPR dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka, mengajukan penangguhan penahanan sambil membawa surat permohonan dari 132 entitas.

Image result for baiq nuril
tirto.id

Prasetyo mengatakan telah memerintahkan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat untuk tidak buru-buru melakukan eksekusi, terutama setelah dirinya menerima surat permohonan tersebut. Keputusan Prasetyo menangguhkan eksekusi Baiq muncul setelah mendengar opini tentang perasaan keadilan yang berkembang di masyarakat. Prasetyo juga menyatakan akan menunggu perkembangan kasus ini, terutama amnesti dari Presiden Joko Widodo.

“Saat saya melaporkan hal ini beliau menyatakan akan memberikan amnesti,” ungkap Prasetyo.

Mendengar penjelasan Jaksa Agung, raut muka Baiq menunjukkan kelegaan.

Image result for baiq nuril
voaindonesia.com

“Jadi kita tunggu pertimbangan dari DPR karena Presiden harus meminta pertimbangan dari DPR. Saya dengar dari Ibu Rieke DPR siap memberikan pertimbangannya,” pungkas Prasetyo.

Baiq mengaku sangat bahagia ketika disinggung soal perasaannya. Nuril setidaknya bisa menyaksikan putrinya bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada 17 Agustus mendatang. Nuril berharap amnesti dari Presiden Joko Widodo diberikan saat putrinya bertugas.

Image result for baiq nuril dan jaksa agung
tribunnews.com

“Tadi ada kepastian dari Kejaksaan Agung untuk tidak ada eksekusi. Jadinya saya bisa menonton anak saya mengibarkan bendera merah putih,” ujar Nuril sambil tersedu-sedu.

“Mudah-mudahan amnesti diberikan saat putri saya mengibarkan bendera merah putih dan kemenangan itu kemenangan untuk Indonesia,” kata Baiq seraya mengusap air mata menggunakan tisu di tangannya.

Image result for baiq nuril dan jaksa agung
detik.com

Presiden Joko Widodo mengaku belum menerima surat rekomendasi dari Kementerian Hukum dan HAM soal pemberian amnesti kepada Baiq hingga Jumat (12/7) pagi.

Namun demikian, Joko Widodo mengatakan segera mengambil keputusan setelah mendapat surat rekomendasi tersebut.

“Belum sampai di meja saya. Kalau nanti sudah masuk, ada rekomendasi dari kementerian terkait, saya putuskan secepatnya,” ujar Joko Widodo di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (12/7).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *