Jika Ibu Kota Tidak Pindah ke Kalteng, Gubernur: Saya Khawatir Bisa Menimbulkan…

(Twitter)

Sugianto Sabran selaku Gubernur Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa optimistis daerah yang dipimpinnya bakal dipilih menjadi ibu kota baru Indonesia. Berikut jawabannya tegas darinya terkait persoalan tersebut.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan segitiga emas, untuk tidak menjual lahan.

“Apabila Kalteng menjadi ibu kota, saya perkirakan di sekitar Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Palangka Raya,” kata Sugianto beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, Kalteng paling layak menjadi ibu kota negara berdasarkan banyak faktor, termasuk sejarah. Menurut dia, Presiden Pertama Indonesia Soekarno memiliki keinginan menjadikan Kalteng sebagai ibu kota negara.

Secara geografis, sambung Sugianto, Kalteng lebih ideal dibanding provinsi lainnya. Dia menjelaskan, sebaran gambut yang rawan terbakar bisa ditanggulangi dengan pengelolaan yang tepat. Selain itu, masyarakat Dayak juga selalu terbuka terhadap pendatang yang ingin hidup dengan damai di sana. Sugianto mengaku akan menggelar rapat dengan seluruh bupati dan wali kota terkait persiapan pemindahan ibu kota tersebut.

“Kalau pindahnya bukan ke Kalteng, saya khawatir justu bisa menimbulkan masalah baru. Kalau selain ke Kalteng, lebih baik tetap di Jakarta saja,” ujar Sugianto.

Diketahui sebelumnya bahwa Presiden Joko Widodo disebut menginginkan rencana pemindahan ibu kota tak hanya jadi wacana semata. Dia ingin rencana itu segera bisa terwujud. Keinginan Jokowi itu disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

“Jadi memang pemindahan ibu kota ini bukan hal yang baru. Rencana ini juga pernah diangkat Presiden Soekarno dan Soeharto. Presiden Jokowi menginginkan ini bukan hanya wacana, tapi kongkrit,” ujar Bambang.

Saat era Presiden Soekarno, ibu kota rencananya ingin dipindah dari Jakarta ke Palangkaraya. Sedangkan di era Soeharto, ibu kota ingin dipindah dari Jakarta ke Jonggol. Menurut Bambang, rencana pemindahan ibu kota itu untuk pemerataan pembangunan. Sehingga, laju pertumbuhan ekonomi tak hanya terjadi di Pulau Jawa saja.

“Pemindahan ibukota itu banyak alasannya. Alasan ketimpangan ekonomi ini yang perlu kita hadapi. Memang tidak instan tapi minimal bisa dikurangi,” kata Bambang.

Saat ini, terdapat dua lokasi yang menjadi kandidat kuat ibukota baru, yaitu di kawasan Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah. Ditahap awal ibukota baru akan menampun 1,5 juta penduduk.

(Kompas.com)

Perhitungan tersebut sudah termasuk perkiraan jumlah PNS pusat, pegawai legislatif, yudikatif, legislatif yang diperkirakan sebanyak 200.000 jiwa. Sementara untuk aparat Polri dan TNI sekitar 25.000 jiwa. Setidaknya, untuk membangun ibukota baru yang rencananya akan seluas 40.000 hektar, pemerintah memerlukan dana hingga 33 miliar dollar AS atau Rp 446 triliun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *