Berada di Ketinggian 3000 MDPL, Inilah Warung Tertinggi di Indonesia yang Jadi Legenda Para Pendaki

wiken.grid.id

Warung Mbok Yem telah dinobatkan oleh kalangan pendaki sebagai warung tertinggi di Indonesia. Bahkan warung ini telah menjadi idola mereka. Unik, begini keadaan warung itu.

Berbicara mengenai warung tertinggi di Indonesia, ada warung yang berada di ketinggain lebih dari 3.000 mdpl. Warung ini juga menjadi legenda dan orang yang suka mendaki gunung pasti tahu keberadaan warung ini.

wiken.grid.id

Dilansir dari Wiken.Grid.id, Warung Mbok Yem namanya. Dan nama Wakiyem atau biasa disapa dengan Mbok Yem pastinya sudah tidak asing lagi di kalangan para pendaki Indonesia.

Wanita paruh baya ini adalah pemilik warung yang berada di puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan  Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sesuai predikatnya, warung tertinggi di Indonesia, warung Mbok Yem ini letaknya di atas ketinggian 3.150 mdpl dan hanya selisih 115 mdpl dari puncak Gunung Lawu.

Hasil gambar untuk warung tertinggi se indonesia
arsip.sewarga.com

Jangan bayangkan rumah makan yang sudah ada di Gunung Lawu sejak 1980-an ini memiliki dekorasi artistik. Warung Mbok Yem hanya berdinding kayu tanpa hiasan atau cat dinding berwarna.

“Selama saya masih kuat untuk bekerja di sini, saya akan tetap bekerja,” tutur Mbok Yem dalam Bahasa Jawa yang dilansir dari Kompas.com.

Mbok Yem juga mengaku memang sudah berniat mencari nafkah di Gunung Lawu meski bukan hal yang mudah tinggal di gunung dengan ketinggian 3.265 mdpl ini.

wiken.grid.id

Pasalnya, selain meyimpan mitos mistis, gunung ini juga memiliki cuaca ekstrem. Selain angin kencang, pada malam hari suhu udara di puncak bisa mencapai minus 5 derajat.

Bagi para pendaki, mencapai warung ini bukan perkara yang mudah. Pasalnya, waktu pendakian sekitar 6- 7 jam via Candhi Cetho, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Ditambah lagi, curamnya jalur pendakian. Hanya mereka yang berstamina tinggi yang bisa mencapainya. Mbok Yem mengaku dirinya tidak sendirian ketika berjualan di Gunung Lawu Ia dibantu kerabat-kerabat dekatnya.

wiken.grid.id

Ketika melayani pendaki yang membeli makanan di warungnya, Mbok Yem dibantu dua orang yang semuanya lelaki.

“Untuk stok dagangan saya juga dibantu orang lain. Jadi, ada orang yang antar barang ke sini tiga kali seminggu,” katanya.

Mbok Yem juga mengaku hanya sekali dalam setahun turun gunung untuk pulang kampung, tepatnya ketika Lebaran tiba.

Hasil gambar untuk warung tertinggi se indonesia
playworld.id

“Yah, sekali setahun aja pulangnya. Waktu Lebaran,” ungkapnya, sembari menyiapkan makanan untuk para pendaki.

Dalam sehari, Mbok Yem bisa melayani 200 hingga 300 orang pendaki. Momen 17 Agustus dan bulan Suro, kata Mbok Yem, adalah masa di mana Gunung Lawu akan dipadati pendaki sehingga warungnya pun kebanjiran pembeli.

Makanan yang dijual di Warung Mbok Yem ini terbilang murah, hanya berkisar Rp 10.000-an. Para pendaki pun merasa terbantu dengan adanya warung ini.

“Jadi enggak perlu bawa banyak bekal waktu mendaki. Bisa beli di warung ini,” tutur Indra, seorang pendaki dari Ngawi.

Warung makan Mbok Yem juga bisa menjadi tempat tidur alternatif bagi para pendaki yang tak mau repot mendirikan tenda untuk bermalam di Gunung Lawu.

Bagi para pendaki, pecel masakan Mbok Yem adalah menu paling favorit. Tak jarang, banyak pendaki yang menaklukan Gunung Lawu hanya untuk mencicipi pecel Mbok Yem.

Untuk menyediakan makanan bagi pendaki, Mbok Yem masih menggunakan kompor tungku dengan bahan bakar kayu bakar. Pasokan listrik pun ia dapatkan hanya dari tenaga genset.

Di kalangan pendaki, Warung Mbok Yem ini telah dinobatkan sebagai warung tertinggi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *