Jokowi Tantang Sosok Menteri yang Berani, PPP Siap Sodorkan Suharso Monoarfa: Kita Lihat …

(tribunnews.com)

Dalam pidato visi Indonesia di SICC, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ia menginginkan karakter yang berani untuk menduduki kursi menteri. Menaggapi hal itu, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan bahwa partainya memiliki sosok yang diinginkan Jokowi.

“Ya tentu ada (menteri yang berani di PPP). Cuma kan orangnya siapa tergantung nanti PPP dengar dulu mau dikasih apa,” kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/7).

“Kan sudah beredar di medsos kalau PPP ajukan 9 nama mulai dari Ketum (Plt Ketum Suharso Monoarfa) sampai para perempuan anggota F-PPP yang gesitlah,” ucapnya.

Gambar terkait
(liputan6.com)

Arsul mengatakan, semua nama yang disorongkan ke Jokowi adalah kader-kader yang berani dan berkapasitas. Namun, kata dia, siapa yang dipilih tetap merupakan prerogatif Jokowi.

“Kita lihat siapa yang di-pick up Pak Jokowi. Tentu yang di-pick up yang sesuai dengan kapasitasnya bisa atau tidak katakanlah bekerja di portofolio yang beliau ingin PPP membantunya,” ujar Arsul.

Kriteria menteri idaman Jokowi

Hasil gambar untuk jokowi pidato
(tempo.co)

Sebelumnya, Jokowi menegaskan ingin mereformasi birokrasi. Dia menantang menteri-menteri mendatang di pemerintahan selanjutnya untuk berani.

“Kecepatan memberi izin menjadi kunci dari reformasi birokrasi kita. Akan saya cek sendiri, akan saya kontrol sendiri. Begitu, begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif, saya pastikan, saya pastikan akan saya pangkas dan saya copot pejabatnya,” kata Jokowi dalam pidato visi Indonesia di SICC, Bogor, Jawa Barat, minggu (14/7).

Jokowi juga menegaskan, jika terdapat lembaga-lembaga yang memunculkan masalah dan tak bermanfaat, ia tak segan-segan untuk membubarkannya.

“Oleh sebab itu butuh menteri-menteri yang berani. Kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, sekali lagi, kalau ada lembaga-lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan saya bubarkan!” imbuh Jokowi disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Hasil gambar untuk jokowi pidato
(cnbcindonesia.com)

Jokowi menegaskan dirinya tak ingin memelihara pola pikir lama. Dia juga tak ingin jajarannya bekerja di zona nyaman. Jokowi mengaskan semuanya harus berubah.

“Tidak ada lagi pola pikir-pola pikir lama. Kita juga tidak ingin ada lagi pola-pola kerja yang linear, tidak ada lagi kerja-kerja yang hanya rutinitas, tidak ada lagi kerja-kerja yang monoton yang begitu-begitu saja!” tegas Jokowi.

“Tidak ada lagi kerja di zona yang nyaman, penyakit kita ada di situ. Kita harus berubah, kita harus berubah, sekali lagi kita harus berubah,” lanjutnya, dilansir dari Detik.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *