Rebutan Kursi Menteri Jokowi, PKB ‘Sindir’ Kinerja Menag Disebut Gagal: Parkirnya Saja Jelek!

(moneysmart.id)

Saling sindir antarkedua partai berbasis Islam yaitu PKB dan PPP kembali terjadi. Kali ini bahan yang dijadikan sindiran adalah kinerja Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin. Siapakah yang berada di kubu pro dan kontra?

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyebut, Lukman Hakim Syaifudin gagal menjabat Menteri Agama (Menag). Menurut Maman, Menag Lukman tak hanya gagal dalam kinerja, melainkan juga gagal membenahi Kementerian Agama.

20160109-Polemik-Resafel-Kabinet-Jokowi-JK-Jakarta-AY
(liputan6.com)

“Gagal, betul gagal, bukan hanya soal kinerja. Bapak datang deh ke Lapangan Banteng, tidak pernah ada sebuah Kementerian yang parkirnya paling jelek kecuali Kementerian Agama. Parkirnya saja jelek apalagi menterinya,” ujar Maman dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Maman mengatakan, jabatan Lukman sebagai Menag perlu diganti. Hanya saja, Maman menyebut itu hak prerogatif Presiden Jokowi.

“Tanyain Pak Jokowi dong, karena sesungguhnya, siapa pun nanti yang Jokowi tunjuk, dia harus orang yang berani, petarung, dia harus konsisten terhasap NKRI dan Pancasila,” kata Maman.

Maman menyindir Lukman yang diduga terlibat tindak pidana suap jual beli jabatan di Kementerian Agama yang menjerat mantan Ketum PPP Romahurmuziy alias Romi.

Hasil gambar untuk Lukman Hakim Saifuddin
(cnnindonesia.com)

“Menteri Agama (Menag) bukan hanya sekedar bagi-bagi kekuasaan, bukan hanya sekedar yang ini pantas, masukin (dalam jabatan di Kemenag),” kata dia.

PPP Membela

Sementara politisi PPP Achmad Baidowi menganggap, wajar pernyataan yang dilontarkan Maman. Sebab, menurut Baidowi, Maman merupakan salah satu calon Menag pada periode kedua pemerintahan Jokowi.

“Iya orang yang mau menggantikan harus begitu,” kata Baidowi.

Hasil gambar untuk Achmad Baidowi
(antaranews.com)

Lebih lanjut Baidowi menyebut sejatinya Maman tak bisa menilai kinerja Menag Lukman hanya dari kasat mata. Menurut Baidowi, ada lembaga negara yang bekerja untuk mengukur kinerja sebuah Kementerian, yakni Badan Pemeriksa Keuangan.

“Kemenag mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP), Pak Lukman juga mendapat penghargaan haji terbanyak dan terbesar di dunia, saya kira ada sisi positif, kan enggak semua orang sempurna,” kata Baidowi.

Diketahui, saling sindir antara keduanya bermula dari persaingan untuk merebut posisi cawapres Jokowi di 2019.

PKB sejak awal memang mengusung ketum Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi sementara PPP mendorong M. Romahurmuziy agar menjadi pendamping Jokowi. Baik Muhaimin maupun Romahurmuziy sudah melakukan beragam manuver.

Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menilai PPP tak pantas bergabung dengan koalisi Jokowi. Sebab, menteri PPP tidak memberikan kontribusi apa pun ke pemerintahan. Jazilul menyebut menteri PPP di kabinet yaitu Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat menteri agama tidak memiliki kinerja yang baik.

(kumparan.com)

Menanggapi itu, Sekjen PPP Arsul Sani membalas sindirian tersebut. Dia bahkan mempertanyakan kinerja dari beberapa perwakilan PKB di kabinet.

Arsul bahkan menegaskan dalam jajaran menteri, perwakilan menteri dari PKB tak masuk dalam menteri terbaik di kabinet Jokowi. Sehingga, dia meminta PKB untuk bercermin tanpa harus menyinggung kinerja pihak lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *