Ditanya soal Dualisme di PPP, Suharso Monoarfa Beberkan Fakta Mengejutkan

(Twitter)

Suharso Monoarfa memberikan keterangan mengejutkan ketika ditanya soal dualisme di dalam internal PPP. Lalu, fakta apa yang ia beberkan terkait hal itu?

Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan tak ada dualisme di partainya. Menurutnya, kalau ada pihak yang menggelar acara dan mengaku sebagai PPP maka bisa dipidanakan oleh pihaknya.

“Tidak ada dualisme partai, jadi kalau ada orang yang menggelar konferensi pers mengaku PPP itu kami bisa pidanakan. Ilegal, termasuk ada satu orang yang menyatakan. Kami satu-satunya PPP dan mendapat pengesahan dari Kemenkum HAM,” kata Suharso usai Mukernas IV di Serang, Banten, Sabtu (20/7).

Suharso: Tak Ada Dualisme, Kalau Ada yang Ngaku PPP Kami Pidanakan
(detik)

Dia menyebut secara internal tak ada konflik soal kepengurusan partai. Suharso menyebut dirinya akan mengambil langkah hukum jika ada pihak yang mengklaim sebagai pengurus PPP secara ilegal.

“Jadi kalau ada yang mengaku, itu ilegal dan kami akan melakukan langkah hukum. Kami sendiri sudah menganggap tidak ada lagi konflik,” tuturnya, seperti yang dilansir dari detik.com.

Hasil Mukernas IV yang digelar PPP salah satunya adalah menggelar Mukmatar. Namun, penyelenggaraan Muktamar belum ditentukan. Selain itu, hasil Mukernas juga mendukung sepenuhnya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

PPP Enggan Ganggu Jokowi soal Susunan Kabinet

PPP mengaku tak mau mengganggu Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam menyusun kabinet periode 2019-2024. Namun, kalau diundang Jokowi, PPP siap membicarakan persoalan kabinet.

“Jadi kita tidak ingin masuk terlalu jauh ikut mempengaruhi presiden. Tapi kalau kita diundang, diajak bicara, bagaimana kalau ada ini ada portofolio, pasti kita bicara,” kata Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa seusai Mukernas IV di Serang, Banten, Sabtu (20/7).

PPP Enggan Ganggu Jokowi soal Susunan Kabinet
(detik)

Suharso mengatakan belum diajak bicara oleh Jokowi terkait susunan menteri untuk kabinet mendatang. Dia mengatakan tidak mau mengganggu Jokowi untuk urusan tersebut.

“Saat ini belum dan saya kira saya nggak mau ganggu juga dan jangan diganggu,” ujarnya, seperti yang dilansir dari detik.com.

republika.co.id

Dia berharap kader partai politik pengusung Jokowi tak perlu dibanding-bandingkan dengan para profesional non-parpol. Menurutnya, banyak kader parpol yang juga orang-orang profesional.

“Terkait dengan partai politik pendukung presiden itu punya kader terbaiknya, yang tidak dikehendaki oleh parpol jangan menghadapkan kader parpol dengan nonparpol yang dianggap profesional, karena di kader-kader parpol juga banyak yang profesional.”

“Profesional misalnya mereka ngerti legislasi, ngerti aturan, karena mengatur pemerintahan negara itu diperlukan memahami UU, bahkan kalau bisa pernah terlibat dalam pembentukan peraturan perundangan-undangan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *