Didi Kempot Akui Dirinya Bangga dapat Julukan Godfather of Broken Heart dari Para Fans

Lagu karya penyanyi campur sari asal Solo, Jawa Tengah, Didi Kempot, banyak yang bernuansa patah hati. Atas deretan lagu-lagu dirasa pas dengan mereka yang sedang putus cinta dan galau ditinggal sang pujaan lantas para fans menyematkan julukan Godfather of Broken Heart. Didi Kempot sendiri mengaku dirinya bangga atas julukan tersebut. Didi Kempot mengatakan 95% lagunya bercerita tentang patah hati.

Didi Kempot bangga dengan julukan Godfather of Broken Heart atau Dewa Patah Hati yang disematkan oleh para pengagumnya.

Lirik lagunya kerap membuat mereka yang mendengarnya larut.

Related image
minews.id

Pria 52 tahun ini merasa gembira pengagumnya memiliki wadah komunitas yang digarap secara serius. Julukan tersebut dibuat oleh para Solo Sad Bois Club, komunitas penggemar yang kebanyakan diisi oleh kaum muda.

Didi Kempot saat berbincang bersama Kompas.com, Kamis (18/7/2019).
kompas.com

Didi Kempot memilih membawakan lagu tentang patah hati karena ingin orang tak sekadar mendengar, tapi juga meresapi maknanya. “Itu yang membuat banyak orang hapal dengan lagu-lagunya,” kata Didi Kempot saat ditemui Tempo, Minggu malam 16 Juni 2019.

Image result for didi kempot
hipwee.com

Menurut Didi Kempot, sekitar 95 persen lagunya memang bertema tentang patah hati. Beberapa di antaranya adalah Cidro, Pamer Bojo, Banyu Langit, hingga lagu Janji Palsu. “Sampai sekarang ada 700-an lagu yang telah saya buat,” katanya.

tempo.co

Saat acara Ngobam (Ngobrol Bareng Musisi) Didi Kempot, pekan lalu, yang dipandu penyiar sekaligus YouTuber Gofar Hilman, ia menjelaskan alasan di balik ratusan lagu patah hati yang diciptakannya.

“Kayaknya kalau ngambil lagu tema-tema semacam gitu, itu untuk booming-nya lebih cepat karena banyak yang mengalami patah hati daripada yang tidak,” ujar Didi Kempot sambil tertawa.

Image result for didi kempot
tribunnews.com

Lagu-lagu tersebut membuat Didi Kempot mampu menjadi seniman papan atas di genre musik campursari. Penggemarnya bukan hanya berasal dari warga Indonesia, namun juga sampai di Belanda dan Suriname. “Campursari juga ternyata disukai oleh generasi millenial,” katanya.

Sementara itu, saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (18/7/2019), di Solo, Jawa Tengah, pria 52 tahun ini mengaku suka menciptakan lagu dengan cerita semacam itu.

“Mulai dari Stasiun Balapan, Sewu Kutho, Taman Asmoro, Banyu Langit, Suket Teki, dan lain-lain sampai Pamer Bojo, senang aku nulis lagu kayak gitu,” ujar dia.

“Tapi ada yang agak membahagiakan, Podo Indonesiane (Sama-Sama Indonesia), coba buka di YouTube, ada,” lanjut dia.

Nama Didi Kempot tiba-tiba populer di jagat maya dalam sepekan terakhir. Videonya saat tampil di Taman Balekambang Solo menjadi viral di media sosial. Bahkan, namanya sempat menjadi topik terpopuler di Twitter Indonesia.

Hal itu membuat beberapa penggemarnya membentuk wadah Solo Sad Bois Club dan memberikan julukan Godfather of Broken Heart kepada Didi Kempot. Pembentukan komunitas itu dilakukan di Rumah Blogger Indonesia (RBI) Solo, Sabtu malam, 15 Juli 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *