Tertimpa Pohon di CFD Solo, Balita Alami Cedera Berat di Kepala dan Akhirnya Tewas

Seorang bocah usia 1,5 tahun, Kaifan Azzam Nur Rido menjadi korban pohon tumbang di Jalan Slamet Riyadi. Kejadian dialaminya saat bersama ibunya yang menikmati car free day (CFD) di simpang empat Purwosari.

Peristiwa terjadi pada Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 08.30 WIB. Kejadian tepatnya berada di depan omah lawa, Purwosari, Solo.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta, Eko Prajudhy Noor Aly, kedua korban telah dilarikan ke RS Kasih Ibu yang berada dekat dengan lokasi kejadian.

“Keduanya sudah dibawa di rumah sakit. Info terakhir, korban masih dirawat di sana,” kata Eko saat dihubungi┬ádetikcom.

Menurutnya, pohon palem yang jatuh tersebut berdiameter sekitar 60 cm. Kondisinya memang sudah lapuk.

“Selain menimpa orang, pohon juga merusak kabel listrik dan telepon. Pohon tumbang selesai kita evakuasi pukul 10.00 WIB,” ujar dia.

Salah satu saksi mata, Yanto, mengaku melihat proses pohon tumbang. Sebelumnya terdapat angin kencang yang membuat pohon jatuh perlahan.

“Itu jatuhnya pelan-pelan, warga sempat menarik korban itu, tapi masih tetap kena. Kalau tidak salah kena kepalanya,” kata Yanto.

Adapun kedua korban merupakan warga Tegalayu RT 03 RW 02, Kelurahan Bumi, Laweyan, Solo.

Kabar terbaru, Kaifan Azam Nur Rido, akhirnya meninggal usai tertimpa pohon. Sejak kejadian pada Minggu (22/7) pagi, kondisi korban memang kritis.

Hal tersebut disampaikan Manajer Layanan Medis RS Kasih Ibu, dr Ardi Santosa, Sp.A, saat ditemui wartawan, Senin (22/7/2019). Korban disebut telah mengalami trauma berat sejak dibawa ke RS.

“Korban mengalami cedera kepala karena trauma berat. Kondisi saat datang memang sudah tidak baik, kritis,” kata Ardi.

Selama di RS, Kaifan dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kondisinya tidak stabil dan dipasangi beberapa alat, seperti alat bantu pernapasan.

“Kami belum melakukan tindakan operasi, karena memang kondisinya belum stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu Surakarta, dr Divan Fernandes, memastikan korban mendapatkan perawatan maksimal.

“Rumah sakit telah memberikan pertolongan semaksimal mungkin, namun mengingat trauma yang dialami pasien cukup berat, pasien tidak dapat tertolong dan meninggal pukul 11.20 WIB,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *