Bupati Solok Selatan Dikecam Setelah Anulir Dokter Penyandang Disabilitas Jadi PNS

Harapan drg Romi Syofpa Ismael untuk menjadi pegawai negeri sipil harus tertunda. Bupati Solok Selatan, Sumatra Barat, Muzni Zakaria, mencoret nama Romi Syofpa Ismael dan dinyatakan tidak lulus pada formasi umum calon PNS 2018 untuk jabatan dokter gigi ahli pertama. Hal tersebut pun langsung mendapat kecaman banyak pihak yang menilai apa yang dilakukan Muzni sebagai hal yang tidak patut.

Bupati Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menganulir drg Romi Syofpa Ismael yang meraih ranking pertama di tes kompetensi. Alasannya, drg Romi mengalami disabilitas.

Image result for drg Romi Syofpa Ismael
news.rakyatku.com

“Pemerintah Solok Selatan untuk mengarusutamakan penyelenggaraan negara yang melindungi hak-hak disabilitas dan mencegah terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap disabilitas di lingkungan pemda Solok Selatan di kemudian hari,” kata Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Padang Icun Suheldi dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (22/7/2019).

Image result for bupati solok selatan anulir pns
tribunnews.com

Ikut pula menandatangani pernyataan itu Pertuni Kota Padang, Gerkatin Sumbar, Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sumatera Barat, WCC Nurani Perempuan, mahasiswa PLB Universitas Negeri Padang, dan LBH Padang.

“Pemerintah Gubernur Sumatera Barat untuk bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di semua wilayah provinsi Sumatera Barat,” cetus Icun.

Anulir Bu Dokter Jadi PNS karena Disabilitas, Bupati Solok Selatan Dikecam
detik.com

Masyarakat meminta kepala daerah seluruh Sumatera Barat agar serius mewujudkan kabupaten/kota yang inklusif bagi disabilitas. Masyarakat luas juga diminta agar menghapuskan segala stigma dan tindakan diskriminatif terhadap disabilitas dalam hal apa pun.

Image result for drg Romi Syofpa Ismael
topsatu.com

“Pemerintah Solok Selatan untuk mengangkat drg Romi Syofpa Ismael untuk menjadi CPNS di Puskesmas Talunan karena dia telah lulus tes CPNS di Pemda Solok Selatan Tahun 2018,” pungkas Icun.

Sebelum ikut tes CPNS, drg Romi mengabdi sebagai dokter honorer di Puskesmas Talunan. Setelah itu, ia diangkat menjadi pekerja tidak tetap. Pada 2016, drg Romi Syofpa Ismael mengalami paraplegia setelah melahirkan, yang memaksanya harus menggunakan kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.

Namun drg Romi tetap mengabdi di puskesmas dan tidak ada masalah dalam penanganan pasien gigi di puskesmas. Hingga muncul seleksi CPNS 2018 dan ia ikut seleksi.

“Dia menduduki peringkat terbaik ranking 1 untuk tes kompetensi,” kata Direktur LBH Padang Wendra Rona Putra yang menjadi kuasa drg Romi.

Image result for drg Romi Syofpa Ismael
pasbana.com

Sampailah kemudian bupati Solok Selatan dalam pengumumannya nomor 800/40/IX/BKPSDM/BUP-/2018 menyatakan drg Romi Syofpa Ismael tidak sehat secara jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar. Saat tes kesehatan terjadi perdebatan apakah Romi lolos kesehatan atau tidak sebagai dokter gigi.

Image result for bupati solok selatan
tagar.id

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, dalam keterangan tertulisnya juga menyatakan selama dalam pengabdian, Romi juga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tenaga fungsional dokter gigi pada unit kerja/layanan/pusat kesehatan masyarakat/primer.

Namun, tetap saja Romi dinyatakan batal lulus karena dinilai tidak sehat jasmani dan rohani. Hal itu membuatnya mengadu kepada Pemprov Sumbar. “Bupati menganulir secara sepihak tanpa alasan yang jelas. Ini bentuk diskriminasi. Seolah-olah kabupaten tidak mengakomidasi posisi ini,” kata Wendra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *