Perebutan Kursi Ketua MPR Kian Memanas, PKB: Pasti Ada Partai yang Terbuang

Kursi Ketua MPR tengah menjadi rebutan hampir semua parpol usai Pemilu 2019. Rebutan itu tak hanya terjadi di barisan parpol koalisi pendukung petahana saat pilpres 2019, namun juga terjadi di kubu oposisi. Perebutan Ketua MPR kian memanas setelah Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, dan PPP berlomba menginginkan posisi itu.

Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), hingga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beradu argumen dengan merasa paling berhak untuk mendapatkan kursi ketua MPR yang saat ini diduduki oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Paket pimpinan MPR periode 2019-2024 juga masih dalam lobi antarfraksi.

Image result for jazilul fawaid
(tribunnews.com)

Meski demikian, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid menuturkan, salah satu partai di koalisi Jokowi pasti akan tersingkir dalam perebutan posisi Ketua MPR. Sebab, dalam sistem paket, akan dipilih 5 pimpinan MPR, dengan rincian 4 kursi berasal dari fraksi di DPR dan 1 kursi dari perwakilan DPD. Namun, hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam proses lobi.

(tribunnews.com)

“Ya pasti (ada partai yang terbuang). Pasti akan terbatas partai lebih maka harus ada yang mengalah. Tentu dibicarakan dulu (siapa yang akan mengalah),” ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (22/7).

Jazilul memandang posisi Ketua MPR merupakan jabatan strategis yang layak ditempati. Ia yakin PKB memiliki peluang besar menduduki posisi itu dan akan membahasnya bersama koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin.

tribunnews.com

“PKB lihat posisi MPR saat ini karena sistemnya paket maka ada peluang untuk PKB jadi Ketua MPR. Tahun kemarin Ketua MPR itu dari partai pemenang urutan kelima kan gitu, bisa itu. Kan terbuka kemungkinan bisa peluang untuk jadi Ketua MPR. Karena pemenang pemilu kemaren PDIP, maka dia Ketua DPR. Karena MPR itu nasionalis-agamis maka cocok untuk PKB,” ucap dia.

(Akurat.co)

Pihaknya juga membuka diri apabila Gerindra menginginkan posisi yang sama. Ia menyerahkan kepada Gerindra apakah akan bergabung dengan paket yang ada atau membuat paket sendiri.

tabloidbintang.com

“Ya terbuka. Gerindra ingin posisi itu dengan paket yang mana? Jadi ini kan dipilih melalui paket apakah Gerindra akan ikut dengan paket yang paket koalisi partai-partai pendukung Pak Jokowi atau Gerindra membuat paket sendiri,” ujar Jazilul.

“Paket sendiri paket ketuanya Gerindra terus wakilnya misalkan dari partai yang lain yang sepemikiran dengan Gerindra, gitu,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *