Ahok: Saya Tidak Mungkin Jadi Menteri, Saya Sudah Cacat di Republik Ini, Fakta dan Kenyataan!

Basuki Tjahja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Ahok yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta mengatakan dirinya tidak mungkin menjadi menteri kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin

Penyataan tersebut bukan dikatakan olehnya tanpa dasar, akan tetapi hal itu dikatakan karena dirinya sudah pernah terjerat kasus hukum.

Ahok saat hadiri Roosseno Award di Jakarta pada Senin (22/07/2019).
Kompas.com

“Saya tidak mungkin jadi menteri, saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan,” kata Ahok usai acara penghargaan Roosseno Award di Jakarta pada Senin (22/07/2019).

Ahok juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan mungkin mengambil jabatan orang lain. Sebab, dia sadar namanya tak lagi harum.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019).
Kompas.com

Dia mengacu pada kasus penodaan agama yang pernah menjeratnya. Ahok pernah ditahan selama 2 tahun karena terbukti bersalah dalam kasus itu.

“Orang mayoritas beragama sudah mencap saya penista, masyarakat kelas menengah terutama ibu-ibu marah karena urusan perceraian saya dan pernikahan saya. Kalau di gereja saja, semua lihat saya kayak saya ini sesat,” katanya.

Ahok mengatakan ke depan, dia tetap ingin membantu rakyat dengan caranya sendiri. Salah satunya dia mengatakan ingin menjadi pembawa acara di stasiun televisi.

Hasil gambar untuk ahok
Metro Tempo.co

“Host saya jangan ditahan-tahan lagi, jadi host, ya ngelawak lah, saya nyanyi agak lumayan, lah,” canda Ahok.

Tak hanya itu saja Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menceritakan pergumulan hatinya selama di dalam penjara. Dia memikirkan nasib warga miskin yang meminta bantuan kepadanya. Padahal, saat ini dia sudah bukan pejabat negara lagi.

“Saya pikir kalau saya kembali tidak jadi pejabat lagi, saya kembali seperti yang bapak saya bilang. Saya kerja sama orang, dibayar profesional pun Rp 1 miliar sebulan, saya enggak bisa bantu orang miskin,” ujar Basuki atau Ahok dalam video yang dia unggah ke akun Youtube pada Minggu (21/7/2019).

Hasil gambar untuk ahok
Haibunda

Saat masih menjadi Gubernur DKI, Ahok pernah menyebut alasannya ingin menjadi pejabat adalah agar bisa membantu banyak warga miskin.

ebab, pejabat bisa mengelola anggaran dalam jumlah besar untuk kepentingan masyarakat. Kata dia dulu, uang Rp 1 miliar mungkin hanya bisa digunakan untuk membantu ribuan orang. Adapun dengan menjadi gubernur, ia bisa membantu semua warga miskin di Ibu Kota dengan program-programnya.

Hasil gambar untuk ahok
Tagar News

Selama dipenjara, Ahok mengaku masih banyak orang yang meminta bantuan. Namun, dia bukan pejabat lagi. Dia tidak memiliki akses pada pengelolaan anggaran untuk membantu orang-orang itu.

“Lu kira gue pohon duit di belakang rumah yang tinggal goyang-goyang jatuh tuh duit,” ujar Ahok. Pemikiran itu yang akhirnya melatarbelakangi Ahok untuk menyiapkan sebuah aplikasi bernama Jangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *