FPI Ngotot Rizieq Tak Bermasalah, Ferdinand Ketawa: Masa Menikahkan Dijadikan Bukti?

(Liputan6)

Polemik isu kepulangan Rizieq Syihab ke Indonesia masih bergulir. Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman sempat menyatakan bahwa Rizieq Shihab tidak tersandung masalah di Arab Saudi seperti yang diberitakan akhir-akhir ini. Menyoroti hal ini, politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pun memberikan pendapatnya.

Munarman menyebut, gelaran pernikahan putri Habib Rizieq di Mekah ialah bukti bahwa pentolan FPI itu tidak terlibat masalah hukum di Arab Saudi.

Hasil gambar untuk putri rizieq shihab menikah
(tagar.id)

“Pernikahan di Mekah ini, satu lagi bukti bahwa Habib Rizieq tidak ada masalah hukum apapun di kerajaan Saudi. Hubungan Habib Rizieq dengan pihak kerajaan Saudi baik-baik saja. Alhamdulillah,” ujarnya, dilansir dari Akurat.co.

Ferdinand sebut buktinya tidak kuat

(wartakota.co)

Namun, Ferdinand berpendapat bahwa bukti yang disampaikan Munarman tidak kuat. Pendapat Ferdinand disampaikan lewat akun Twitter @FerdinandHaean2.

“Menikahkan putri atau putra itu tak harus tak punya masalah hukum. Seseorang yang sedang di dalam penjara saja boleh menikahkan putrinya. Masa menikahkan begini dijadikan bukti tak ada masalah hukum?” tulis Ferdinand dengan menautkan emoji tertawa, Senin (22/7).

Netizen ikut komentar

Pendapat Ferdinand mendapat beragam komentar dari para netizen Twitter. Beberapa pihak berharap Ferdinand tidak mengurusi kepentingan orang lain.

“Dah lah bang, jangan dihujat terus, kalau gak senang bilang terus terang…,” tulis akun @AnakRimbaa.

“Emang kenapa sih, Ferdinand jadi mikirin, ngurusin HRS ?,” balas @abdullah_yanto.

“Turun derajat neh si abang, semua dikomentarin… sekelas buzzer jadinya,” timpal @wilarmono.

Diketahui, Habib Rizieq menikahkan putrinya, Syarifah Rufaidah binti Habib Muhammad Rizieq Syihab dengan Akhinaa alFaadhil As-Sayyid Alwi bin Hasan bin Ali bin Smith di Mekah, Arab Saudi, Jumat (19/7).

FPI minta telusuri penyebab overstay Rizieq Shihab di Arab

Sementara itu, FPI menilai bahwa Rizieq saat ini tak bisa kembali Tanah Air bukan semata-mata karena masalah overstay atau kelebihan masa izin tinggal di Arab Saudi. Mereka berkeyakinan, ada persoalan lain yang dinilai politis yang membuat Rizieq tak kunjung bisa kembali ke Indonesia.

Ketua bantuan hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro, tak menampik Rizieq memang telah melewati masa izin tinggal di Arab Saudi. Akan tetapi, kata dia, harus ditanyakan juga apa yang menjadi penyebab imam besar FPI itu bisa overstay di sana.

“Sebenarnya overstay itu iya, suatu fakta yang tidak bisa terbantahkan. Iya. Tapi kenapa bisa menjadi overstay? Itu yang mesti ditelusuri,” kata Sugito, Minggu (21/7).

Pemerintah Arab Saudi tak persoalkan overstay Rizieq Shihab

(Tempo)

Dia menuturkan, pemerintah Arab Saudi justru tidak pernah mempersoalkan kelebihan masa tinggal Rizieq di negeri mereka. Saat petugas Imigrasi setempat melakukan pengecekan, Rizieq justru ditanya mengenai permasalahan hukumnya di Indonesia.

Sementara itu masalah overstay yang menjadi sorotan di Indonesia justru tak ditanyai petugas. Oleh karena itu, Sugito pun menyebut bahwa persoalan ini aneh.

“Teman-teman yang di sana, lebih khusus Habib Rizieq pas waktu ngecek ditanya ‘apakah betul Saudara ada permasalahan hukum di Indonesia?’ Ini kan jadi aneh, kok pertanyaannya tentang masalah hukum di Indonesia, bukan masalah overstay,” ujar Sugito.

Atas dasar itulah, tim hukum FPI menduga ada upaya pencegahan dan penangkalan (cekal) terhadap Habib Rizieq supaya tidak bisa pulang ke Indonesia. Penyebabnya diduga berasal dari Tanah Air.

“Suka atau tidak suka, kami punya persepsi bahwa itu karena ada keputusan dari Pemerintah Indonesia untuk mencekal atau menangkal, atau menghalangi supaya (Habib Rizieq) tidak bisa keluar dari Saudi,” kata dia, dilansir dari Inews.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *