Calon DPD Evi Apita Digugat Karena “Foto Terlalu Cantik”, Ini yang Dilakukan MK

Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Nusa Tenggara Barat, Evi Apita Maya, digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena foto editan yang dipakai saat kampanye dianggap “di luar batas kewajaran”.

Peraih suara tertinggi untuk pemilu calon anggota DPD di NTB ini digugat pesaingnya, Farouk Muhammad. Dalam gugatannya, Farouk, melalui tim kuasa hukumnya, menilai Evi telah “berlaku tidak jujur”.

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara yang dimohonkan calon anggota legislatif dari Nusa Tenggara Barat (NTB) Farouk Muhammad.

Gugatan itu mempersoalkan foto pencalonan pesaingnya bernama Evi Apita Maya yang juga maju di Dapil NTB.

“Perkara (nomor) 03 (yang dimohonkan) Farouk Muhammad (caleg) DPD Provinsi Nusa Tenggara Barat (dilanjutkan pemeriksaannya),” kata hakim MK Aswanto dalam persidangan yang digelar di MK, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2019).

Atas putusan ini, MK akan melanjutkan persidangan perkara tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli.

“Sidang selanjutnya untuk perkara yang dilanjutkan pemeriksaannya di panel 3 akan dilaksanakan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atau ahli dari pemohon kalau ada, termohon, dan pihak terkait,” kata hakim I Dewa Gede Palguna.

Selain gugatan yang diajukan Farouk, MK juga memutuskan untuk menindaklanjuti 41 perkara lain yang sebelumnya diperiksa oleh panel 3 MK.

Calon anggota DPD dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Farouk Muhammad, menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan KPU ke MK.

Atas putusan ini, MK akan melanjutkan persidangan perkara tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli.

“Sidang selanjutnya untuk perkara yang dilanjutkan pemeriksaannya di panel 3 akan dilaksanakan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atau ahli dari pemohon kalau ada, termohon, dan pihak terkait,” kata hakim I Dewa Gede Palguna.

Selain gugatan yang diajukan Farouk, MK juga memutuskan untuk menindaklanjuti 41 perkara lain yang sebelumnya diperiksa oleh panel 3 MK. Calon anggota DPD dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Farouk Muhammad, menggugat hasil pemilu DPD yang ditetapkan KPU ke MK.

Dalam wawancara dengan Muhammad Irham untukĀ BBC News Indonesia, Evi Epita Maya mengatakan editan foto merupakan hal lumrah bagi setiap calon legislator karena perlu “tampil terbaik”.

Ia mengatakan, setiap caleg memiliki strategi masing-masing untuk mendulang suara pada Pemilu Serentak 2019.

“Kalau reaksi itu, bukan saya sendiri yang kaget, semua kaget dan terheran-heran. Kenapa kok sampai foto yang dipermasalahkan? Itu reaksinya. Pertama, kaget; dan kita tidak berpikir bahwa Beliau (Farouk Muhammad) dan timnya sampai ke Mahkamah Konstitusi,” ujarnya dalam salah satu kutipan wawancara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *