Sukses Pidanakan Galih Ginanjar Cs, Hotman Paris: Hati-hati, Ada Satu Orang Lagi!

Insiden ikan asin nampaknya sedikit demi sedikit mulai terang. Atas insiden ini, pesinetron Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, menjadi tersangka.

Insiden ikan asin ini berawal saat Galih Ginanjar hadir dalam sebuah vlog, yang diunggah di kanal Youtube Rey Utami dan Benua. Dalam video tersebut Galih menyebut bahwa organ intim mantan istrinya, Fairuz A Rafiq berbau seperti ikan asin.

 

(Liputan6.com)

 

Hal tersebut sontak membuat Fairuz tersinggung dan melaporkan Galih, Rey Utami dan Pablo Benua ke pihak yang berwajib. Fairuz bahkan menggandeng pengacara kondang, Hotman Paris untuk menangani kasus tersebut.

Hotman Paris pun berhasil mempidanakan Galih, Rey dan Pablo. Sebelumnya, Barbie Kumalasari selaku istri Galih Ginanjar juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Melansir laman TribunStyle.com, Senin (22/7/2019), Tessa Mariska dan Indra Tarigan juga diperiksa karena sempat membahas kasus ikan asin dalam percakapan grup WhatsApp di ponsel Barbie.

Tata Liem sebagai teman dekat Rey Utami juga menjalani pemeriksaan. Kasusnya sudah hampir redup, namun baru-baru ini Hotman menyebut bahwa masih ada satu orang yang berpotensi menjadi tersangka dalam insiden ikan asin. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Hotman dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (20/7/2019).

“Kasus Fairuz sekiranya kuasa hukumnya tidak terlalu banyak waktu, nyinyir sama saya, nasib para terlapor tidak seperti sekarang,” ungkap Hotman.

Hotman memberi imbauan bahwa ada satu lagi orang yang berpotensi menjadi tersangka.

 “Hati-hati saya yakin masih ada satu orang lagi yang perlu dibikin tersangka dalam kasus Fairuz, satu lagi memenuhi syarat sebagai tersangka harusnya empat orang,” kata Hotman.

 

 

Sontak pernyataan Hotman Paris memunculkan tanda tanya bagi publik. Tak pelak, kolom komentar di unggahan Hotman banyak dibanjiri pertanyaan dari netizen.

Siapa bang yg satu org lagi?” komentar @wita_gentasari.

Hajar terus bang nyampe ke akar2nya,” tulis @ikke0502.

Wah jadi penasaran,” komentar @totoksuprian6093.

Namun hingga artikel ini ditulis, Hotman Paris tidak menyebutkan orang yang berpotensi menjadi tersangka dalam insiden ikan asin.

 

 

Sebelumnya, Andar Situmorang, tim kuasa hukum Pablo Benua datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Senin (15/7) siang. Tujuannya untuk melaporkan Hotman Paris Hutapea dan Fairuz A Rafiq.

Setelah beberapa jam, Andar Situmorang pun ke luar dengan wajah emosi lantaran laporannya ditolak oleh petugas SPKT. Andar pun geram dan merasa haknya sebagai warha negara diabaikan.

“Sore ini Krimsus menolak laporan saya dengan tidak jelas. Saya minta Kapolri dan Kapolda untuk menonaktifkan petugas piket. Saya sebagai rakyat punya hak melapor,” ujar Andar Situmorang di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/7).

 

(Tabloid Bintang)

 

“Saya mau melaporkan Hotman dan Fairuz karena melaporkan klien kami. Ini kan sederhana. Pablo dilaporkan padahal kan Pablo tak pernah bicara,” terang Andar Situmorang.

Andar menilai, Pablo Benua tidak ada kaitannya dengan kasus ikan asin yang menyeret Galih Ginanjar.

“Laporan fitnah, pencemaran nama baik pasal 27.3 UU ITE, karena Pablo sama sekali tidak turut kontennya ikan asin nya Galih tersebut,” pungkas Andar Situmorang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *