Dugaan Kekerasan Polisi, Komnas HAM Tunjukan 4 Video Kericuhan 22 Mei ke Polri

Ahmad Taufan Damanik menjadi Ketua Komnas HAM. (Redaksi)

Adanya empat video viral yang diduga terjadi tindak kekerasan pada para korban (kerusuhan 22 Mei) yang diduga pelaku kerusuhan oleh petugas Polisi akhirnya diserahkan oleh Komnas Hak Asasi Manusia (HAM). Keempat video tersebut membuka tabir baru bagi kejelasan korban tewas dan pelaku kerusuhan 21-23 Mei.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM. Dia ingin untuk melakukan koordinasi terkait kelanjutan penyelidikan aksi kerusuhan 22 Mei.

Disana Komnas HAM menunjukkan empat video viral yang diduga terjadi tindak kekerasan oleh petugas kepolisian.

“Kami datangkan lagi ada empat kasus, kita putarkan videonya kita kasih data-data, itu diakui mereka,” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (22/7/2019).

(Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik

Setelah menunjukkan video tersebut, lanjut Taufan, Polri menjelaskan aksi yang diduga kekerasan tersebut lantaran faktor emosional.

“Mereka sudah jelaskan bahwa orang ini reaksi emosional dari oknum Brimob tersebut karena perumahan tempat dia tinggal di asrama Brimob itu diserang, jadi emosional lah dia,” ungkap Taufan.

(tribunnews.com)

Dari empat video dengan berbagai lokasi yang berbeda seperti Kedutaan Spanyol dan di depan kantor Mako Brimob, hanya satu video yang masih belum ada kejelasan.

Meskipun demikian, Taufan berpendapat faktor apapun tidak bisa diselesaikan dengan tindakan kekerasan sekalipun kepada terduga pelaku kericuhan dan meminta Polri untuk dengan tegas menindak oknum aparat tersebut.

(tribunnews.com)

“Kalau tidak salah tadi tinggal satu yang belum jelas. Misalnya video yang ada orang dipukul dengan helm, itu mereka sudah dapat pelakunya dan tentu akan dapat tindakan,” kata Taufan.

(tribunnews.com)

Selain itu, Taufan juga meminta kepada Irawasum Polri untuk secara khusus mempublikasikan proses pendisiplinan terhadap oknum tersebut agar publik juga bisa menilai.

(kumparan.com)

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menegaskan hukuman bagi anggota tidak hanya ditempatkan pada tempat khusus selama 21 hari namun berbagai tindak pendisiplinan lainnya.

“Ada lanjutan bagi anggota yang kena hukuman itu, dia nanti menjadi catatan personel yang mempengaruhi karir, jabatan, pangkat, dan sekolahnya. Ini merupakan hal yang berat juga diterima bagi anggota Polri apabila melakukan kesalahan,” kata Kombes Pol Asep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *