Ditinggal Sendirian, Mardani Ali Sera: Parpol Koalisi Jokowi Banyak yang Kecewa!

(youtube.com)

Setelah Gerindra melakukan rekonsiliasi terbuka dengan kunjungan Ketum Gerinda Prabowo Subianto ke rumah Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri mempengaruhi arah partai oposisi ke kubu pemerintah. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan menerima jika partai oposisi lain meninggalkan PKS sendirian sebagai pihak oposisi pemerintah.

“PKS yakin insyaallah akan bersama dengan banyak pihak di #KamiOposisi,” jelas dia kepada wartawan Tirto, Jumat (25/7/2019).

Ia menjelaskan, menjadi oposisi merupakan pilihan. Partai oposisi yang sudah lakukan rekonsiliasi ke pemerintah belum tentu diterima. Mengingat pembagian jatah kursi akan sulit dilakukan karena koalisi pemerintah saat ini solid.

 

(BBC)

 

“Parpol dan para penggiat demokrasi akan mendukung #KamiOposisi. Belum lagi peluang koalisi Pak Jokowi yang kecewa dengan pembagian kue,” beber dia.

Sebagai informasi, isyarat akan bergabungnya partai yang pernah tergabung dalam pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Kata Mardani, Partai Gerindra merupakan salah satu contohnya. Sinyal itu, kata Mardani, terlihat dari pernyataan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Moeldoko yang mengatakan pasca dibubarkannya Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, justru koalisi ini bisa saja menjadi koalisi plus-plus.

Mardani melihat reaksi tak setujunya partai politik yang sejak awal mendukung Jokowi-Ma’ruf bila ada partai politik yang menginginkan masuk ke dalam koalisinya. Menurut Mardani, hal seperti itu wajar karena mereka tak ingin koalisi pendukung pemerintah nantinya menjadi sangat gemuk. “Jadi wajar jika Nasdem dan beberapa partai lain bereaksi saat ada pertemuan Pak Jokowi dan Bu Mega dengan Pak Prabowo,” jelasnya.

 

Ditempat lain, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid tak banyak berkomentar soal pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Mengutip ucapan Prabowo, Hidayat mengatakan pertemuan kedua tokoh itu diharapkan membawa kebaikan bagi bangsa.

“Kan tadi Pak Prabowo sudah menyampaikan, kalau itu adalah silaturahim untuk kebaikan bangsa dan negara. Ya monggo saja, tentu kita adalah bangsa yang mengedepankan gotong royong dan persatuan,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.

 

(Tribunnews.com)

 

Menurut Hidayat, semakin banyak silaturahmi semacam itu diharapkan membawa perbaikan dan kebaikan untuk Indonesia. Namun Hidayat juga tak menampik pertemuan itu menjadi sinyal menguatnya ajakan kepada Gerindra untuk bergabung ke pemerintahan Joko Widodo di periode mendatang. Toh kata dia, ajakan kepada Gerindra sudah kerap terlontar dalam pelbagai kesempatan sebelumnya.

Meski begitu, Hidayat meyakini Ketua Umum Partai Gerindra itu akan mengambil keputusan terbaik dalam menentukan sikap politik ke depan. Dia juga menyinggung bahwa mayoritas pendukung Prabowo dan Gerindra menginginkan mereka tetap berada di luar pemerintahan.

“Pasti beliau mengetahui bahwa banyak dari pemilih beliau yang berharap agar Pak Prabowo tetap komitmen dengan apa yang menjadi harapan dari para pemilih,” kata Hidayat.

Hidayat juga berpandangan sebaiknya Joko Widodo-Ma’ruf Amin fokus dengan koalisinya sendiri. Dia berujar Jokowi sebaiknya fokus dengan koalisinya dan dinamika penyusunan kabinet yang akan datang.

“Kami justru menyampaikan sebaiknya pemerintah sekarang ini kan sudah terlalu banyak yang minta untuk jadi menteri, sudahlah itu diurusi saja,” ujarnya.

Prabowo dan Megawati bertemu siang tadi di kediaman ketua umum partai banteng itu di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Seusai pertemuan, Megawati mengatakan bahwa tak ada koalisi dan oposisi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

 

(Tempo.co)

 

Ketua Umum PDIP itu juga tak mempermalasahkan perbedaan sikap politik di pemilihan presiden 2019. Namun kini, kata dia, semua perbedaan bisa didialogkan bersama-sama.

Ihwal pembentukan kabinet, Megawati juga menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo. Presiden kelima itu pun mempersilakan kapan pun Prabowo ingin datang dan berkomunikasi dengannya.

Selain itu, Megawati juga menyarankan Prabowo bertemu dan berbicara dengan Jokowi. “Kalau Mas Bowo (Prabowo) ingin bertemu dengan Presiden, kalau memang harus saya diminta untuk bisa menyampaikan, saya sampaikan, tetapi kalau Mas Bowo sebaiknya, menurut saya, pasti ngomong sendiri saja dengan Pak Jokowi, pasti akan diterima beliau dengan baik,” kata Megawati di rumahnya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juli 2019.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *