Soal Isu Eks Koalisi Prabowo Gabung ke KIK, PPP: Kami Serahkan pada Jokowi

(suara)

Isu soal eks partai Koalisi Prabowo bergabung dengan pemerintahan Jokowi atau Koalisi Indonesia Kerja (KIK) semakin santer diperbincangkan. Terkait hal ini, Partai Persatuan Pembangungan (PPP) menyerahkan keputusan tersebut pada Jokowi.

PPP menyerahkan keputusan menerima eks partai di Koalisi Prabowo – Sandiaga untuk gabung ke KIK ke Presiden Jokowi. Sebab itu merupakan hak prerogatif Jokowi.

(detik.com)

PPP mengklaim memegang komitmen Jokowi bahwa akan berkomunikasi dan diskusi sebelum membuat keputusan sehingga partainya tidak mempermasalahkan berbagai wacana yang berkembang.

“Kami menyerahkan kepada beliau karena hak prerogatif. Jokowi sudah menyampaikan bahwa sebelum membuat keputusan akan meminta pandangan partai-partai, dan itu belum terjadi,” kata Arsul, Selasa (30/7).

Menurut PPP jika sudah ada komitmen Jokowi seperti itu, tidak perlu ada diskursus di ruang publik. Sehingga tinggal menunggu pertemuan antara Jokowi dan pimpinan partai koalisi.

“Kami yakin Jokowi akan bicara dengan partai koalisi sehingga proses dialog dan tukar pandangan akan terjadi. Kalau ada komitmen itu, untuk apa ada diskursus di ruang publik, tunggu saja pertemuan Jokowi dengan para ketua umum partai,” ujarnya.

Arsul mengatakan bahwa rencana pertemuan antara Jokowi dan pimpinan partai belum dijadwalkan karena kemungkinan Jokowi sedang melakukan langkah persiapan menyusun kabinet.

Menurut dia, bisa saja Jokowi melihat nama yang bagus namun tidak dalam usulan calon menteri, lalu meminta masukan ketua umum partai KIK.

Namun, dia menegaskan bahwa PPP belum mengajukan nama-nama kadernya untuk menjadi calon menteri karena ingin melihat dahulu portofolio kementerian.

“Misalnya, portofolio yang diberikan adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan, lalu yang diajukan nama saya, ‘kan itu tidak lucu,” katanya, dilansir dari Suara.com.

Jika Prabowo ikut Jokowi, apa kata Djoko Santoso?

Djoko Santoso mengatakan, tugasnya sudah selesai sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk menentukan langkah selanjutnya untuk bergabung dengan koalisi Jokowi atau konsisten sebagai oposisi.

Dia juga enggan mengomentari pertemuan antara Prabowo dengan Presiden terpilih 2019 Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa waktu lalu.

“Itu masalah politik wewenangnya Pak Prabowo. Saya hanya ngatur pasukan saja, sudah selesai. Itu koalisi sudah bubar. Itu hak masing-masing,” ujar Djoko usai menghadiri acara silaturahmi bersama purnawiran TNI, di Gedung Kemenhan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Hasil gambar untuk djoko santoso
(suara.com)

Menurutnya, keputusan Prabowo dan Partai Gerindra bergabung bersama koalisi Jokowi atau oposisi jangan dipersoalkan. Kedua posisi itu sama-sama mulia selama dilandasi semangat kepentingan bangsa.

“Saya kira mau Pak Prabowo di opisisi juga bagus, mau gabung (pemerintah) juga bagus. Yang penting tujuannya untuk negara dan bangsa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *