Ferdinand Bongkar Agenda Ijtimak Ulama Inilah yang Bikin Prabowo Kalah Pilpres

fajar.co.id

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan Front Pembela Islam (FPI) kemarin, Senin 5 Agustus 2019 menggelar Ijtima Ulama IV. Ijtima ulama ini pun mengomentari isu-isu yang berkaitan dengan situasi politik terkini.

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi hasil dari Ijtimak Ulama IV yang digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, tersebut.

Ia mengungkapkan salah satu hasil Ijtimak Ulama IV merupakan satu agenda yang menunggangi Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tatkala Ijtimak Ulama menjadi pihak yang mendukung keduanya di Pilpres 2019 lalu. Karena agenda itu pula, menyebabkan Prabowo kalah.

Adapun hasil Ijtimak Ulama IV yang dimaksud ialah mengajak ulama serta umat untuk berjuang mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Syariah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Inilah agenda yang dibawa menunggangi Prabowo dan akhirnya Prabowo kalah. Salah satu faktornya adalah soal khilafah ini,” cuit Ferdinand di Twitter, @FerdinandHaean2, Selasa (6/8/2019).

Seperti diketahui, Ijtimak Ulama IV menghasilkan delapan putusan. Delapan putusan tersebut dibacakan langsung oleh Penanggung Jawab Ijtimak Ulama IV, Yusuf Muhammad Martak.

Sebelum membacakan putusan tersebut, Yusuf Martak lebih dahulu membacakan beberapa poin pertimbangan yang menjadi dasar delapan putusan hasil Ijtimak Ulama dan Tokoh ke-IV.

Setidaknya ada empat poin pertimbangan yang menjadi dasar Ijtima Ulamak IV menghasilkan delapan poin putusannya. Salah satunya adalah:

 Ijtimak Ulama bahwa sesungguhnya semua ulama ahlussunah Ahlus-sunnah wal Jama’ah telah sepakat penerapan Syari’ah dan penegakan Khilafah serta Amar Maruf Nahi Munkar adalah kewajiban agama Islam.

Sementara itu, Partai Gerindra yakin berkumpulnya para ulama itu bakal menghasilkan keputusan terbaik untuk bangsa.

“Kalau ulama berkumpul, tentu membahas yang baik-baik dan insyaallah hasilnya juga baik,” kata anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

(detik.com)

“Saya sangat percaya bahwa para ulama senantiasa menginginkan hal-hal terbaik untuk bangsa,” lanjut dia.

Sementara itu, terkait Ijtimak Ulama IV, Habiburokhman menyebut acara digelar tanpa koordinasi dengan Prabowo atau Gerindra. Ia juga mengaku tidak tahu persis apakah Prabowo diundang ke Ijtimak Ulama IV atau tidak.

Kendati demikian, dia mengatakan Gerindra menghormati Ijtimak Ulama IV.

“Koordinasi secara teknis sepertinya nggak ada, tapi kami menghormati gagasan diadakannya acara tersebut,” ucapnya.

Ijtimak ulama kali ini akan membahas arah politik umat ke depan pasca-pemilu.

“Ijtimak kali ini, kami akan bahas sesuai tema, bagaimana arah perjuangan umat ke depan. Insyaallah akan dibahas pula apa-apa saja yang akan dilakukan para ulama dan umat untuk laksanakan kegiatan setelah pilpres,” ujar panitia steering committe Ijtimak Ulama IV, Bernard Abdul Jabbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *