Dari Balik Pagar Ma’la, Begini Suasana Haru Bu Nyai Antar Kepergian Mbah Moen

antara

Heni Maryam, Istri KH Maimoen Zubair atau akrab dipanggil Bu Nyai tak kuasa membendung air mata saat mengiringi pemakaman sang suami tercinta. Banyak menyita perhatian, begini suasana pemakaman yang penuh dengan iringan doa dan air mata.

Bu Nyai hanya bisa mengantarkan kepergian Mbah Moen dari balik pagar Pemakaman Ma’la di Kota Mekkah, Selasa (7/8/2019). Sesuai dengan ketentuan Pemerintah Arab Saudi, perempuan memang tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam kompleks Pemakaman Ma’la.

Dari balik pagar besi itulah, Bu Nyai menyaksikan proses pemakaman sang suami. Sejatinya Ia tak bisa melihat dengan jelas bagaimana sang suami dibaringkan di liang lahat lantaran begitu banyak jamaah yang mengiringi kepergian Mbah Moen.

Suasana kesedihan tampak mengiringi pemakaman Mbah Moen. Lirih terdengar Bu Nyai terus memanjatkan doa untuk sang suami sepanjang proses pemakaman dilaksanakan. Dengan mengenakan kerudung hitam dan berkaca mata hitam dengan duduk di atas kursi roda, Ia hanya menatap dari kejahuan pusara sang suami.

Antara/Hanni
antara

Seorang santri yang menemaninya berupaya membuka kerumuman dengan teriakan.

“Tolong buka, Bu Nyai mau lihat,” katanya.

Kerumunan jamaah yang awalnya begitu rapat pun akhirnya terbuka dan memungkinkan Bu Nyai bisa melihat pusara sang suami.

Ia pun memanjatkan doa-doa dengan semakin keras sementara kepokanan perempuan dan beberapa orang yang mengerumuninya mengamini terus doa-doanya. Di hadapannya tampak pusara Mbah Moen telah rapi dengan hanya penanda dua batu tanpa dibuat gundukan melainkan rata sebagaimana pusara-pusara lain di sekitarnya.

Hanya beberapa menit, Heni tampak tak ingin larut dari kesedihan, ia pun kemudian meminta untuk kembali ke mobil dan kursi rodanya ditarik oleh keponakannya. Sepanjang menuju kendaraan, jamaah mengerumuni dan berupaya untuk mendekat menyalami dan memeluknya.

Sebelumnya, Bu Nyai menemani Mbah Moen dari sejak dilarikan ke RS Al Noor pada Selasa pagi sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Sampai kemudian dinyatakan meninggal, Heni terus mendampingi sang suami hingga disemayamkan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah di Syisyah.

Saat tiba di sisi jenazah sang suami, seorang santri tampak membukakan kain kafan Mbah Moen di bagian wajah agar sang istri bisa melihat raut Mbah Moen untuk terakhir kalinya.

Pemakaman Ma’la sejatinya merupakan pemakaman yang dikhususkan bagi masyarakat asli Makkah sementara pemakaman bagi warga dari luar Makkah mestinya di tempat lain. Namun otoritas Saudi mengizinkan Mbah Moen sebagai ulama besar untuk menjadi bagian dari Kota Makkah dengan dimakamkan di Ma’la.

galamedianews.com

Sejumlah tokoh penting yang dimakamkan di Jannatul Ma’la Makkah di antaranya Syaikh Nawawi al-Bantani (buyut Kiai Ma’ruf Amin), Syaikh Amin Al Quthbi al-Lomboky, Syaikh Khotib Minangkabau, Sayyidah Khadijah al-Kubro, Sayyid Ibrohim, Sayyid Qosim, dan Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *