Tenang! Sempat Ogah, BTP Mengaku Tak Marah Dipanggil ‘Ahok’ Lagi

(pojoksatu.id)

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) sempat tak ingin dipanggil ‘Ahok’ usai keluar dari penjara beberapa bulan lalu. Namun, kini BTP mengaku sudah tak marah jika ada yang memanggilnya dengan nama khasnya itu. Begini katanya!

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( BTP) mengaku saat ini dirinya tidak lagi marah ketika ada yang menyebut atau memanggilnya Ahok. Ahok menyampaikan hal ini saat berdialoh dengan tokoh agama di Hotel Naka, Selasa (13/8/2019).

“Saya tidak marah ketika ada yang panggil Ahok. Jadi saya tidak marah ko, sejak lahor dan masih kecil saya sudah dipanggil Ahok kok,” kata Ahok.

Ahok menyampaikan hal ini menjawab pertanyaan Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu,Ph. D soal nama Ahok sepertinya tidak disebut lagi sejak keluar tahanan.

Menurut Ahok, dirinya diberi nama Basuki Tjahaja Purnama, yakni memiliki arti Basuki- makmur semakin sukses; Purnama artinya semakin bercahaya.

“Jadi mau panggil Ahok silakan, saya tidak marah,” katanya, dilansir dari Tribunnews.com.

Investasi pakan ternak

breakingnews.co.id

Sementara itu, Ahok dijadwalkan berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 13 Agustus 2019 guna menjajaki investasi pakan ternak di NTT.

Sekretaris DPD PDIP NTT, Yunus Takandewa mengatakan Ahok akan tiba di Kupang sekitar pukul 12.40 Wita menggunakan pesawat batik air. “Siang ini, Ahok tiba di Kupang,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Yunus, pada pukul 14.00 Wita, Ahok akan bertemu dan berdialog dengan para tokoh agama di Hotel Naka sebagai langkah memperkuat dan membumikan Pancasila sebagai ideologi paripurna yang menjadi falsafah bangsa.

“Tentunya bagi Ahok, NTT sebagai bumi Pancasila menjadi strategis posisinya agar tetap menjadi Nusa Terindah Toleransinya,” kata Yunus.

Acara puncaknya pada pukul 17.00 WITA, Ahok akan menyapa warga Kota Kupang dan berdialog secara dekat, santai dan merakyat di halaman kantor DPD PDI Perjuangan NTT.

Menurut Yunus, sebagai kader PDI Perjuangan, Ahok memahami betul TRISAKTI Bung Karno sebagai sebuah jalan kemandirian rakyat, khususnya berdikari di bidang ekonomi.

“Ahok akan berbagi konsep kemandirian ekonomi, usaha kecil menengah dan perhatian sosial melalui aplikasi tekhnologi kepada khalayak umum,” katanya, dilansir dari Tempo.co.

Sebelumnya, Ketua PDIP NTT Emy Nomleni mengatakan kedatangan Ahok ke Kupang dalam rangka menjajaki investasi di bidang peternakan, khususnya pakan ternak. Pada tahap awal Ahok akan menanam jagung di lahan seluas 500 hektare (ha), dari total lahan yang dibutuhkan sebanyak 5 ribu ha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *