Terungkap! Ternyata Inilah Alasan Black Panther Jadi Karakter Pembuka di ‘Endgame’

longreads.com

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam film “Avengers: Endgame” tentunya adalah final battle. Di mana pertempuran terakhir ini menampilkan para superhero yang bertarung mati-matian melawan Thanos beserta pasukan Black Order.

Dalam final battle ini, para superhero yang sebelumnya telah lenyap akibat jentikan jari Thanos pun akhirnya hidup kembali pasca Hulk (Mark Ruffalo) melakukan snap. Menariknya, mereka muncul satu per satu dari portal milik Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) di area pertarungan.

 

(CNN)

 

Jika lebih jeli, tentunya penonton menyadari bahwa Black Panther (Chadwick Boseman) adalah karakter pertama yang dimunculkan dari portal tersebut, bersama Shuri (Letitia Wright) serta Okoye (Danai Gurira), sebelum akhirnya disusul oleh para superhero lain.

Bukan tanpa alasan, rupanya ada makna tersendiri di balik kemunculan Black Panther sebagai karakter pertama yang keluar dari portal tersebut.

Hal ini dijelaskan secara langsung oleh duo sutradara Russo Brothers dalam sesi tanya jawab Reddit AMA (Ask Me Anything). Keduanya menyebut bahwa awalnya mereka ingin Falcon alias Sam Wilson (Anthony Mackie) menjadi orang pertama yang muncul dan kemudian berkomunikasi dengan Captain America (Chris Evans).

 

(CNN)

 

“Kami menghabiskan banyak waktu di ruang edit untuk mencoba berbagai adegan portal,” jawab Joe Russo. “Kami tidak bisa memilih siapa yang akan muncul pertama sampai sebulan lagi sebelum rilis film di bioskop. Kami selalu ingin Sam Wilson yang menjadi orang pertama yang berkomunikasi dengan Captain.”

Keduanya pun menyadari bahwa Sam Wilson terakhir kali berada di Wakanda sebelum menjadi korban jentikan jari Thanos. Oleh karena itu, akhirnya mereka memutuskan bahwa pemimpin Wakanda (Black Panther) harus menjadi karakter pertama yang muncul.

“Dan dia terakhir kali berada di Wakanda. Jadi portal pertama yang akan dibuka adalah portal dari Wakanda. Tentu orang pertama akan berjalan melalui portal itu adalah sang rajanya sendiri sekaligus membawa pasukannya untuk menghadapi Thanos sekali lagi,” terangnya.

 

 

Dalam sesi Reddit AMA (Ask Me Anything), duo sutradara Russo Brothers membeberkan alasan kenapa mereka menghilangkan adegan penghormatan ini dari ‘Endgame’.

Salah satu adegan paling mengharukan dalam film “Avengers: Endgame” tentunya adalah kematian Tony Stark alias Iron Man (Robert Downey Jr.). Dalam adegan ini, ia rela berkorban dan meregang nyawa setelah menjentikkan Infinity Stones guna memusnahkan Thanos (Josh Brolin).

Tingkat emosional penonton juga makin diaduk saat “Avengers: Endgame” menampilkan adegan pemakaman Tony yang dihadiri oleh seluruh superhero dan beberapa pemeran penting di franchise MCU. Namun siapa sangka, rupanya Marvel sengaja menghapus salah satu adegan yang lebih mengharukan dibandingkan pemakaman tersebut.

 

(CNN)

 

Adegan ini menampilkan momen haru saat para superhero berlutut di depan jasad Tony selepas kematiannya. Dalam adegan ini, para superhero seperti Captain America (Chris Evans), Hawkeye (Jeremy Renner), Thor (Chris Hemsworth), Captain Marvel (Brie Larson), Doctor Strange (Benedict Cumberbatch), hingga para anggota Guardians of the Galaxy berlutut sebagai tanda penghormatan sekaligus kehilangan.

Sebagian besar penggemar menyayangkan kenapa adegan ini justru tidak dimasukkan dalam film “Avengers: Endgame”. Mereka mengklaim bahwa adegan ini justru berkali lipat lebih membuat emosi penonton teraduk-aduk.

Kini, sutradara Russo Brothers pun menjelaskan alasan mereka menghapus adegan ini. Keduanya kompak membeberkan keputusan mereka untuk menghilangkan adegan itu dari film dalam sesi Reddit AMA (Ask Me Anything).

“Kami menyadari bahwa adegan berlutut Avengers sangat emosional,” tutur keduanya. “Tetapi ketika diputar dalam film, rasanya sangat mirip ketika semua superhero berdiri di acara pemakaman Tony Stark yang memberikan penghormatan di luar rumahnya.”

Anthony dan Joe pun mengklaim bahwa adegan ini memberikan nuansa yang sangat mirip dengan momen pemakaman Tony. Mereka menyadari jika adegan itu akan lebih dramatis jika hanya ada satu saja. Sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk menghapusnya supaya tidak mengacaukan irama film.

“Dua adegan ketika yang hampir sama muncul dalam film secara bersamaan akan tampak saling bersaing dan menciptakan akhir yang berulang-ulang,” tegas Joe.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *