Bikin ‘Puyeng’, Demokrat Beri 3 Syarat untuk Gabung dengan Jokowi, Apa Saja?

Media Umat

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyampaikan sikap partai yang ingin berkontribusi dan ikut memperkuat pemerintahan Jokowi – Maruf Amin lima tahun mendatang. Namun, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat justru memberi pernyataan sebaliknya. Manakah yang benar?

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partai belum menentukan sikap apakah akan bergabung dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) atau menjadi oposisi.

Kompas.com

“Belum ada. (Sikap partai) ditentukan setelah rapat majelis tinggi partai,” ujar Syarief, Selasa (14/8/2019).

Sebelumnya, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan partainya akan bergabung ke koalisi Jokowi.

Keputusan ini sudah diambil sejak 40 hari meninggalnya Istri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.

Syarief menegaskan, pernyataan itu hanya pendapat pribadi Ferdinand dan tidak mewakili sikap partai. Menurut politikus senior ini, partainya tidak akan ujug-ujug bergabung.

Ia mengatakan Demokrat memasang tiga syarat jika memang ingin bergabung yaitu faktor kecocokan, kebersamaan, dan faktor kenyamanan.

“Jadi tiga itu saja yang menjadi persyaratan kami berkoalisi,” ujar dia.

Kompasiana.com

Di sisi lain, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan partainya menyambut baik atas sikap Demokrat yang ingin turut memperkuat pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin.

Kendati begitu, keinginan Demokrat tersebut belum tentu diakomodir lantaran harus dipertimbangkan oleh presiden terpilih Jokowi bersama dengan partai pendukung di Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

Nasdem Apresiasi Keinginan Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Tapi...
(suara.com)

“Nasdem tentu mengapresiasi pilihan politik Partai Demokrat untuk gabung ke pemerintah. Namun keputusan menerima dalam KIK atau tidak akan diputuskan oleh presiden dengan pertimbangan partai-partai koalisi tentu,” kata Irma kepada wartawan, Selasa (13/8/2019).

Meski diketahui keinginan Demokrat itu belum dinyatakan secara resmi dan baru melalui pernyataan yang diucapkan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Tetapi Irma tak memungkiri setiap partai yang baru ingin bergabung ke koalisi pasti mengincar kursi di kabinet.

tribunnews.com

“Sepertinya semua partai politik yang mau gabung ke pemerintah saat ini pasti punya keinginan join di kabinet. Demokrat yang bukan merupakan penggagas ganti presiden dan bukan partai pengguna politik identitas yang menghantam Jokowi habis-habisan wajar jika ingin gabung,” kata Irma.

“Makanya partai yang kemarin membumihanguskan presiden dengan SARA, hoaks dan fitnah, sebaiknya belajar konsisten saja dulu pada konsituen agar tetap memiliki kehormatan di hadapan publik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *